Pengurus BEM FH UBK sempat diminta pertanggungjawaban oleh pihak kampus dan mahasiswa UBK agar membalikan nama baik UBK. (X: @salam4jari)
JawaPos.com - Usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) Muhamad Abdimaludin, akui menerima uang sebesar Rp20 juta. Uang tersebut diduga diberikan oleh oknum kepolisian dengan tujuan untuk mengalihkan titik aksi demonstrasi mahasiswa yang semula direncanakan di depan Istana Negara ke DPR RI.
Terbongkarnya pusaran dana ini bermula dari kecurigaan masyarakat dan sesama mahasiswa UBK. Mereka menaruh curiga setelah melihat video wawancara Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdimaludin, yang tampak gelagapan dan "tidak nyambung" saat diwawancarai awak media, usai menghadiri audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Tak butuh waktu lama, massa mahasiswa UBK langsung melakukan konfrontasi dan interogasi terbuka terhadap pengurus BEM mereka. Proses sidang internal tersebut bahkan disiarkan secara langsung (live) melalui media sosial pada Senin (22/6) malam.
Dalam potongan video live yang viral tersebut, Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdimaludin, akhirnya tidak bisa mengelak. Ia mengakui di depan forum, bahwa dirinya telah menerima dana puluhan juta rupiah dari seorang anggota kepolisian.
"Saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut. Rp20 juta dengan pembagian dengan kawan-kawan. Dari pihak kepolisian (bernama) Aan," tutur Abdi dikutip Selasa (23/6).
Abdi menjelaskan bahwa uang tersebut diberikan oleh oknum bernama Aan, agar kelompok mahasiswa membatalkan aksi unjuk rasa di Istana Negara dan mengalihkannya ke depan Gedung DPR RI. Namun pada realisasinya, massa mahasiswa kala itu tetap menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas.
Untuk memulihkan nama baik institusi kampus yang tercoreng, mahasiswa mendesak transparansi penuh mengenai ke mana saja uang tersebut mengalir. Abdi pun membeberkan secara rinci nominal yang didapatkan oleh rekan-rekan pengurus lainnya, di mana tiap individu menerima berkisar antara Rp2 juta hingga Rp2,5 juta.
"Dari 20 (juta) tersebut saya membagikan kepada dua senior dengan masing-masing 2,5 juta yaitu bang Emon dan bang Saka," ungkap Abdi.
"Sisanya saya kasih sama Ketua BEM FEB Puji Rp2 juta, Wakil Ketua FEB (Rafi) Rp2 juta, Rp2,5 juta Rafly Wakil Ketua saya. Dan Mubarak dari Fakultas Hukum 2,5 juta. Dan sisanya untuk konsolidasi kemarin dan sisanya masih ada di jok motor saya," tambahnya.
Berdasarkan pengakuan langsung tersebut, berikut adalah daftar nama mahasiswa dan pengurus BEM yang terseret dalam kasus ini:
- Muhamad Abdimaludin (Ketua BEM FH)
- Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)
- Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)
- Pujiono (Ketua BEM FEB)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
