Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Agustus 2026 | 02.27 WIB

Trump Frustrasi Hadapi Iran, Kini Pilih Perang Ekonomi: Biarkan Teheran Tercekik

Presiden AS Donald Trump. (AP Photo) - Image

Presiden AS Donald Trump. (AP Photo)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya mulai mengubah cara menghadapi Iran. Setelah tekanan militer belum mampu memaksa Teheran membuka kembali Selat Hormuz, Trump kini memilih strategi lain dengan membiarkan tekanan ekonomi menghantam Iran hingga negara tersebut kesulitan bertahan.

Alih-alih segera melancarkan serangan militer baru, Trump mengatakan Washington akan menunggu dampak inflasi dan memburuknya kondisi keuangan Iran bekerja. Kepada Axios pada Minggu (9/8), Trump mengatakan pemerintahannya kini sengaja menurunkan intensitas pendekatan terhadap Iran sambil tetap membuka ruang negosiasi.

"Kami sedang meremehkannya. Kami hanya melakukan semi-negosiasi dengan mereka. Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi yang besar dan fakta bahwa mereka tidak punya uang," kata Trump.

Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Trump. Jika sebelumnya opsi militer menjadi salah satu instrumen utama untuk menekan Teheran, kini tekanan ekonomi tampaknya dipilih sebagai senjata untuk memaksa Iran mengubah sikap.

Trump tak lagi buru-buru menyerang Iran

Trump sebelumnya menunjukkan keyakinan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai. Namun, perkembangan terbaru memperlihatkan bahwa jalan menuju kesepakatan masih jauh dari mudah.

Iran tetap menolak membuka kembali Selat Hormuz tanpa mendapatkan sejumlah konsesi besar dari Washington.

Dalam situasi tersebut, Trump tampaknya memilih untuk tidak terburu-buru kembali menggunakan kekuatan militer. Washington justru akan membiarkan persoalan ekonomi Iran semakin berat sambil mempertahankan tekanan terhadap Teheran.

Trump bahkan memperkuat pesan tersebut dengan mengunggah grafik di Truth Social yang menunjukkan penurunan nilai mata uang Iran, rial, sejak 2025 hingga sekarang.

Grafik itu diberi judul 'Iran has no money' dan memuat tulisan 'currency is trash'.
Pesan Trump cukup jelas: Washington ingin menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi Iran menjadi salah satu titik lemah yang dapat ditekan tanpa harus segera membuka front militer baru.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore