
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin Rapim Kemhan-TNI pada Senin (19/1). (Instagram Sjafrie Sjamsoeddin)
JawaPos.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai kehadiran nama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam bursa calon presiden (capres) 2029 semakin menambah daftar tokoh individu yang berpeluang maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Menurutnya, fenomena ini bukan hal baru dalam dinamika politik di Indonesia.
“Makin banyak peluang bagi tokoh-tokoh individual untuk dapat dicalonkan sebagai pemimpin nasional. Kehadiran Sjafrie Sjamsoeddin memperpanjang deretan nama capres individu yang muncul karena kiprah sendiri, tanpa partai,” kata Ray Rangkuti kepada wartawan, Kamis (19/2).
Ray menjelaskan, dalam sejumlah kontestasi politik, terutama pemilihan kepala daerah (Pilkada), banyak calon dengan basis personal yang bermunculan dan bahkan berhasil memenangkan kompetisi. Meski sebagian tetap diusung partai, mereka membangun citra melalui akselerasi personal.
“Sebagian memang tetap dicalonkan partai, tetapi mereka membangun citra lewat kekuatan individualnya. Seiring itu, tokoh-tokoh partai justru makin kurang diminati,” ucapnya.
Ray juga menilai, kemunculan Sjafrie menambah daftar pesaing bagi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Meski Gibran disebut masih memiliki elektabilitas tinggi sebagai calon wakil presiden, kehadiran figur-figur baru dinilai mempersempit ruang geraknya.
“Sekalipun namanya masih bertengger sebagai cawapres dengan elektabilitas tertinggi, kehadiran individu-individu baru menambah banyaknya calon yang layak dipertimbangkan oleh Prabowo Subianto. Itu dengan sendirinya membuat peluang Gibran tertekan,” jelas Ray.
Namun demikian, Ray menilai pencalonan Sjafrie bisa menjadi peluang sekaligus menimbulkan dilema bagi Prabowo. Jika berduet dengan Prabowo, kombinasi dua figur berlatar belakang militer dinilai berpotensi menghadapi tantangan, termasuk dari sisi dukungan koalisi partai.
“Di sinilah masalahnya. Ini bisa menjadi peluang, tapi juga bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi Prabowo. Jika bersama Prabowo, ada tantangan dari aspek dukungan TNI dan koalisi partai. Namun jika tidak bersama, Prabowo tentu akan mempersempit peluangnya untuk melaju. Ini bisa menjadi berkah sekaligus pemecah relasi Prabowo–Sjafrie,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, hasil survei terbaru lembaga Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan sejumlah wajah baru masuk dalam bursa bakal capres 2029, termasuk Sjafrie Sjamsoeddin.
Peneliti IPI, Abdan Sakura, menyampaikan selain Sjafrie, beberapa nama lain masuk dalam 10 besar bakal capres, di antaranya Pramono Anung, Sherly Tjoanda, Dedi Mulyadi, hingga Purbaya Yudhi Sadewa.
Sjafrie menempati urutan ketujuh dengan tingkat elektabilitas 7,5 persen. Di bawahnya terdapat Purbaya Yudhi Sadewa (4,9 persen) dan Sherly Tjoanda (3,8 persen).
Sementara itu, posisi puncak elektabilitas ditempati oleh Prabowo Subianto dengan angka 22,3 persen. Disusul Gibran Rakabuming Raka (12,2 persen), Ganjar Pranowo (9 persen), Anies Baswedan (8,5 persen), Dedi Mulyadi (7,9 persen), dan Pramono Anung (7,8 persen).
Abdan menjelaskan, kemunculan wajah-wajah baru tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, visi-misi, serta program kerja.
Ia mencontohkan empat indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie, yakni kepemimpinan dan ketokohan (44 persen), rekam jejak kepemimpinan (17 persen), rekomendasi lingkungan dan media (12 persen), serta integritas (10 persen).
“Tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Sjafrie Sjamsoeddin tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral. Celah ini membuka ruang dinamika politik baru, terutama jika terjadi krisis, perubahan peta koalisi, atau absennya pemain utama,” ujarnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
