
Kota Gaza, Palestina semakin tak layak huni (Dok. Democracynow)
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai Pemerintah Indonesia perlu lebih aktif mendorong implementasi solusi dua negara atau two-state solution melalui diplomasi internasional, baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Hal ini merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat Selasa (23/9). Menurut Sukamta, pernyataan Prabowo harus segera diterjemahkan ke dalam langkah nyata oleh PBB dan dunia internasional.
“Indonesia mengusung solusi dua negara untuk kemerdekaan Palestina yang didukung banyak negara. Namun, deklarasi ini hanya akan menjadi simbol diplomasi tanpa memberikan dampak bagi rakyat Palestina yang hingga kini masih mengalami penjajahan, penindasan, dan genosida, apabila tidak ada langkah nyata dari PBB dan dunia internasional,” kata Sukamta kepada wartawan, Jumat (26/9).
Legislator Fraksi PKS itu menyoroti sikap politik terbaru kelompok Hamas yang kini menyambut baik tawaran solusi dua negara. Menurutnya, hal ini merupakan peluang yang tidak boleh diabaikan.
“Hamas telah menegaskan tuntutan mereka mulai dari gencatan senjata permanen, penghentian blokade, pertukaran tahanan, penghentian pembangunan pemukiman ilegal, hingga penarikan Israel dari Gaza. Dunia internasional tidak bisa lagi menutup mata,” tegasnya.
Sukamta turut mengapresiasi langkah 11 negara, termasuk beberapa dari Eropa Barat, yang baru-baru ini memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina. Dengan demikian, 159 dari 193 negara anggota PBB kini sudah mengakui Palestina.
Ia juga mendukung penuh tawaran Presiden Prabowo untuk mengirimkan 20 ribu pasukan Indonesia dalam misi perdamaian di bawah mandat PBB.
“Pengakuan atas Palestina menunjukkan adanya pergeseran sikap global. Momentum ini harus ditindaklanjuti, salah satunya dengan pengiriman pasukan Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujarnya.
Sukamta menegaskan, Indonesia wajib berada di garda terdepan dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Ia juga menegaskan konsistensi Fraksi PKS mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina hingga terwujud negara merdeka, berdaulat, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, serta menjamin hak kembali para pengungsi Palestina.
“Sekali lagi, Indonesia harus lebih aktif mendorong implementasi two-state solution melalui jalur diplomasi internasional, baik di PBB maupun di OKI. Kita juga harus tegas mengecam Israel atas kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang telah dikategorikan sebagai genosida oleh penyelidik PBB,” pungkasnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
