
Kepala Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Syahmud Basrie Ngabalin bersama Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham di Jakarta. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Kepala Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Syahmud Basrie Ngabalin menekankan perlunya perubahan besar dalam sistem pemilu Indonesia, untuk menghadirkan demokrasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Menurut dia, demokrasi tidak boleh berhenti pada pesta lima tahunan semata. Ia menegaskan, demokrasi harus tumbuh dari kesadaran dan tanggung jawab setiap warga negara, bukan sekadar simbol mencoblos di bilik suara.
“Selama ini rakyat hanya diposisikan sebagai pemilik hak suara. Mereka datang, memilih, lalu pulang. Padahal, suara bukan sekadar hak, tetapi juga mandat, janji, dan titipan masa depan bangsa,” kata Syahmud di Jakarta, Minggu (14/9).
Syahmud menambahkan, pemilu seharusnya melahirkan budaya politik baru, di mana rakyat tidak lagi menjadi penonton, melainkan aktor utama dalam menentukan arah bangsa. Demokrasi, katanya, adalah perjanjian antara rakyat dengan wakil yang dipilih.
Karena itu, ia berharap rakyat dapat memilih dengan kesadaran penuh, bukan karena iming-iming uang atau popularitas sesaat.
“Bayangkan rakyat memilih dengan hati yang sadar dan pikiran jernih. Wakil rakyat pun akan lahir dari suara tulus dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham menyambut positif gagasan tersebut.
Ia menyebut langkah perubahan sistem Pemilu sebagai bentuk ijtihad politik yang bertujuan memperkuat, serta menata sistem politik Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi ijtihad politik yang dilakukan Kepala BSNPG atau yang sering disebut SBN. Ini upaya serius agar demokrasi kita semakin berkualitas,” tutur Idrus.
Idrus menyebut, usulan dan gagasan BSNPG akan dikaji lebih dalam sebelum dilaporkan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Menurut dia, sebagai partai besar, Golkar memiliki tanggung jawab mengawal arah demokrasi agar tetap berpihak kepada rakyat.
“Demokrasi adalah anugerah sejarah yang harus dijaga. Golkar melalui BSNPG ingin memastikan politik tidak kehilangan martabatnya, dan pemerintah maupun parlemen benar-benar menjadi rumah rakyat,” pungkasnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
