Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono. (Istimewa).
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mendesak mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, untuk segera membuka siapa dalang di balik kericuhan demonstrasi di depan Gedung DPR RI, pada Kamis (28/8). Sebab, kericuhan itu menelan korban jiwa, salah satunya seorang pengemudi ojek online (ojol), bernama Affan Kurniawan.
Menurut Idrus, pernyataan Hendropriyono yang mengindikasikan adanya aktor pengendali dari luar negeri dengan jaringan di Indonesia tidak boleh berhenti hanya sebagai isu. Hal itu harus ditindaklanjuti secara jelas agar publik tidak terjebak spekulasi.
“Kalau Pak Hendro bilang ada dalang, baik luar maupun dalam negeri, ya sebaiknya disampaikan ke publik siapa orangnya. Jangan dibiarkan masyarakat berspekulasi. Apalagi sudah ada korban jiwa. Ini menyangkut kepentingan bangsa,” kata Idrus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/8).
Idrus mengingatkan, bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang menghadapi upaya adu domba, baik oleh pihak eksternal maupun internal. Solidaritas kebangsaan harus diperkuat di tengah gejolak politik dan aksi jalanan yang kerap mengatasnamakan rakyat.
“Kita sesama anak bangsa, jangan mau diadu-domba. Identifikasi masalah harus jernih, bukan berdasarkan emosi sesaat. Jangan sampai ada pihak yang menunggangi ketidakpuasan rakyat lalu menimbulkan korban jiwa,” tutur Idrus.
Ia menambahkan, protes publik sering kali muncul bukan hanya ketika pemerintah abai, tetapi justru saat pemerintah sedang melakukan perbaikan.
“Banyak reformasi dan kebijakan korektif itu dilawan dengan resistensi. Ini situasi klasik yang sering bikin pemerintah serba salah. Presiden Prabowo juga sering menyitir soal ini. Kita harus bijak melihatnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Idrus menyinggung teori scapegoat atau kambing hitam dalam politik. Menurutnya, pemerintah sering kali dijadikan sasaran utama kemarahan publik, padahal akar masalah lebih kompleks.
“Fenomena scapegoating itu nyata. Pemerintah dijadikan kambing hitam atas semua masalah, padahal kadang ada pihak lain yang justru bermain di belakang. Inilah kenapa penting bagi Pak Hendro untuk mengungkap siapa sebenarnya dalang yang dimaksud. Kalau tidak, teori itu hanya jadi bahan debat tanpa arah,” cetusnya.
Sebelumnya, mantan Kepala BIN Hendropriyono menyebut, kericuhan di DPR bukan sekadar aksi spontan massa, melainkan dikendalikan aktor non-negara (non-state actor) dari luar negeri. Menurutnya, kelompok itu memiliki pengaruh kuat dalam memengaruhi kebijakan negara melalui kaki tangan mereka di Indonesia.
Namun, Hendro belum menyebutkan siapa sosok atau kelompok yang dimaksud. Ia hanya menyatakan akan membuka ke ruang publik jika sudah saatnya.
Pernyataan itu disampaikan Hendropriyono usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/8).

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
