Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 18.45 WIB

MPR Larang Pengibaran Bendera One Piece: Kemerosotan Ideologi Pancasila

Pemilik mobil pikap memasang bendera Jolly Roger khas film One Piece di mobilnya. (Instagram) - Image

Pemilik mobil pikap memasang bendera Jolly Roger khas film One Piece di mobilnya. (Instagram)

JawaPos.com - Fraksi Partai Golkar di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyoroti maraknya pengibaran bendera bajak laut dari anime One Piece di berbagai tempat. Wakil Ketua Fraksi Golkar MPR, Firman Soebagyo, menyatakan fenomena ini mencerminkan kemerosotan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar bangsa Indonesia, yakni ideologi Pancasila.

Pernyataan itu menanggapi viralnya foto dan video pengibaran bendera Jolly Roger, simbol bajak laut dalam serial populer asal Jepang tersebut.

“Mengenai beredarnya bendera ini, memang ini menjadi salah satu keperhatian kami,” kata Firman kepada wartawan, Jumat (1/8).

Firman menilai, kondisi ini memperlihatkan bahwa pemahaman dan pengamalan ideologi negara semakin tergerus di tengah kemajuan teknologi dan derasnya arus budaya asing.

“Oleh karena itu, ketika kami membahas Undang-Undang BPIP, itu juga menunjukkan adanya kemerosotan terhadap pemahaman dan pengamalan yang terkait ideologi negara, yaitu Pancasila,” tegasnya.

Ia menyampaikan, kecanggihan teknologi informasi membuat masyarakat, khususnya generasi muda, sangat mudah terpapar konten asing yang mengandung simbol-simbol ideologis lain yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa.

“Oleh karena itu, konsekuensi daripada teknologi yang berkembang sedemikian rupa, memang sangat mudah seseorang memprovokasi melalui informasi teknologi yang ada,” ujarnya.

Firman menegaskan, penguatan pemahaman ideologi Pancasila harus terus dilakukan secara adaptif dan kreatif agar lebih mudah diterima di kalangan muda.

“Oleh karena itu, inilah tugas daripada BPIP dan tugas kami juga di MPR. Kami sedang melakukan kajian-kajian juga, penguatan terhadap pemahaman ideologi dan pengamalannya itu terus dilakukan penguatan dengan modifikasi-modifikasi dengan cara-cara yang lebih mudah diterima,” tuturnya.

Lebih lanjut, Firman mendorong pentingnya pendidikan ideologi sejak usia dini, agar nilai-nilai Pancasila tertanam kuat dalam karakter generasi bangsa.

“Katakanlah memberikan pendidikan sejak dini, pendidikan moral Pancasila, itu dilakukan lagi di tingkat-tingkat SD, SMP, sampai SMA, itu dilakukan lagi,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore