
Wakil Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, saat meninjau Sekolah Rakyat di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/6). (Istimewa).
JawaPos.com - Wakil Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, meyakini program Sekolah Rakyat dapat mengubah nasib keluarga tidak mampu. Pernyataan itu disampaikan Qodari saat meninjau langsung Sentra Phala Marta, Sukabumi, Jawa Barat, yang direncanakan akan menjadi lokasi sementara Sekolah Rakyat.
Qodari turut meninjau fasilitas-fasilitas yang disiapkan, mulai dari asrama, ruang kelas, laboratorium, masjid, UKS, hingga lapangan olahraga.
"Kita melihat calon Sekolah Rakyat di Sentra Phala Martha. Fasilitasnya sangat baik dan layak ada asrama, masjid, UKS, laboratorium, hingga lapangan olahraga. Saya lihat ini akan jadi lingkungan belajar yang berkualitas untuk anak-anak kita,” kata Qodari di Sukabumi, Rabu (4/6).
Ia menekankan, program Sekolah Rakyat hadir untuk keluarga miskin. Sehingga diharapkan akan mendapat kesempatan belajar yang layak dan setara dengan anak-anak dari keluarga mapan.
“Anak-anak yang tadinya jangankan sekolah, makan pun sulit, di sini sudah tidak pusing lagi. Sekolah gratis, seragam disiapkan, sepatu, laptop, makan, semuanya disediakan. Ini adalah program yang luar biasa," papar Qodari.
Qodari menyebut, program ini dirancang untuk memutus transmisi kemiskinan antar generasi. Ia mencontohkan, sebagian besar orang tua calon siswa hanya tamat SD, yang berimplikasi pada keterbatasan ekonomi dan pendidikan anak-anaknya.
Karena itu, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan melahirkan generasi yang tidak lagi terjebak dalam lingkaran yang sama.
“Kita harapkan anak-anak ini tidak akan mengalami atau mengulangi situasi yang sama. Kalau anaknya lulus SMP, lanjut SMA, bahkan lebih jauh, saat diskusi dengan Pak Sekjen Kemensos ada pertimbangan untuk kita siapkan kerjasama dengan universitas dan beasiswa LPDP," paparnya.
Program Sekolah Rakyat tidak hanya didukung Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai pelaksana utama. Namun, program tersebut melibatkan kementerian dan lembaga pemerintah lainnya.
"Program ini dikerjakan secara kolaboratif oleh banyak kementerian dan lembaga, termasuk KSP, Kemensos, Kementerian PU, Kemendikdasmen, dan Kemenag,” ujar Qodari.
Lebih lanjut, Qodari memastikan bahwa Sekolah Rakyat akan tepat sasaran. Sehingga, program tersebut diprioritaskan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Kita semua di sini punya satu tujuan, memutus mata rantai kemiskinan dan mengubah nasib anak-anak Indonesia. Dari yang gelap, menjadi seterang matahari Sukabumi,” pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
