Duka mendalam warga sipil Palestina yang menjadi korban pengeboman oleh militer Israel, Kamis (15/5). (Dok. Reuters)
JawaPos.com – Pasca Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel asal negara itu mengakui kemerdekaan Palestina, beragam reaksi pun terjadi. Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyatakan dukungan atas pernyataan itu. Berita pernyataan Prabowo ini juga mendapatkan reaksi di Israel.
“Saya mendukung sikap pemerintah untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, namun dengan syarat mutlak yang harus dipenuhi,” ujar TB Hasanuddin kemarin (29/5).
Menurutnya ada beberapa syarat sebagai dasar pembukaan hubungan tersebut. Yakni Israel harus secara resmi mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Negara Palestina dan harus menghentikan segala bentuk agresi militer dan segera mundur dari wilayah-wilayah Palestina.
"Ketiga kedua negara, Israel dan Palestina, harus hidup berdampingan secara damai sebagai dua negara yang merdeka dan berdaulat," imbuhnya.
Hasanuddin juga menyampaikan pernyataan pengakuan kemerdekaan yang bersifat resiprokal tersebut adalah aspirasi bangsa Indonesia yang sudah digaungkan sejak lama. Yakni lewat solusi dua negara atau two-state solution.
"Tentunya ini harus didukung penuh karena jelas landasannya adalah konsititusi Indonesia yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, baik Palestina maupun Israel," tuturnya.
Namun, dilansir dari Times of Israel, Pemerintah Israel secara tegas menentang negara Palestina. Jauh hari sebelum pernyataan Prabowo, beberapa anggota parlemen aliran tengah menunjukan sikap menentang pengakuan terhadap Palestina. Pada pertengahan bulan ini anggota Knesset dari partai Persatuan Nasional Gadi Eisenkot menyatakan pembahasan soal pendirian negara Palestina tidak relevan, setelah adanya perang yang berkecamuk mulai 7 Oktober 2023 lalu.
Mantan kepala staf IDF tersebut menyatakan bahwa setelah berkobarnya perang di Gaza, Israel tidak pernah membahas akan memberikan hadiah kepada Palestina.
“Saya pikir negara Palestina tidak relevan setelah 7 Oktober. Kita perlu mengukurnya, membangunnya dari bawah ke atas,” ujarnya.
Dia juga tidak mendukung adanya pembangunan pemukiman di wilayah Gaza sebab diperlukan sebagai benteng pertahanan Israel.
Ketua partai Persatuan Nasional Benny Gantz pada awal bulan ini mengatakan hal senada. Menurutnya, Israel seharusnya tidak menarik diri sepenuhnya dari Gaza pada 2005.
“Kesalahan terbesar, menurut pendapat saya, adalah mengevakuasi permukiman utara Dugit, Nissanit, dan Elei Sinai,” kata Gantz.
Dia mendukung pembentukan sistem untuk mengontrol keamanan di Jalur Gaza. Selanjutnya, membangun kembali permukiman di Gaza disebut akan menjadi kesalahan dalam hal pertahanan. Gantz dengan tegas tidak menyetujui two state solution.
Sejauh ini, Hampir 150 negara mengakui otoritas Palestina. Pada Mei 2024, Irlandia, Norwegia, dan Spanyol mengambil langkah untuk mengakui negara Palestina. Ini membuat Israel marah. Pemerintah Eropa lainnya, termasuk Prancis, belum mengakui Palestina.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
