
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau Istana Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (29/7). (Tangkapan Layar Youtube Setpres)
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah tudingan yang menyasar dirinya melakukan penjegalan terhadap Anies Baswedan untuk maju dalam gelaran Pilkada Serentak 2024. Ia menegaskan, tudingan itu tak benar karena dirinya bukan seorang ketua umum partai politik (parpol) yang memberikan rekomendasi seseorang untuk maju dalam pesta demokrasi tersebut.
"Saya bukan ketua partai, saya juga bukan pemilik partai, supaya tahu semuanya. Apa urusannya?" kata Jokowi di Jakarta, Jumat (30/8).
Jokowi menekankan, urusan Pilkada Serentak sepenuhnya merupakan kewenangan parpol untuk berkoalisi dengan partai apa dan mengusung siapa. Oleh karena itu, tudingan dirinya melakukan penjegalan terhadap salah satu tokoh untuk maju dalam Pilkada tidak benar.
"Saya kan dituding-tuding banyak banget. Enggak masalah. Dituding menjegal, dituding menghambat, dituding, tapi kan memang itu urusan parpol, mau mencalonkan dan tidak. Itu urusan parpol, koalisi, ada mekanismenya, ada proses di situ," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono menyatakan terdapat tangan-tangan di luar PDIP yang tidak menginginkan Anies Baswedan maju sebagai calon gubernur (cagub) di Jawa Barat (Jabar). Ia menyebut, sosok itu merupakan Mulyono dan geng.
Hal itu disampaikan Ono seusai mendaftarkan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur Jabar, Jeje Wiradinata-Ronald Surapradja, di kantor KPU Jawa Barat, Jumat (30/8) dini hari.
"Ada tangan-tangan dari luar yang tidak menghendaki Pak Anies diusung di Jawa Barat," kata Ono.
"Siapa, Pak?" tanya wartawan.
"Ya, Mulyono dan geng," jawab Ono.
Ono menjelaskan, nama Anies Baswedan memang sudah mengerucut untuk diusung sebagai cagub di Jabar. Namun, itu gagal. Karena PDIP menghadapi tantangan yang sangat besar agar Anies Baswedan tidak bisa maju di Jabar.
"Kita melakukan komunikasi dengan Pak Anies itu dari kemarin, dan mengerucut itu di sore hari. Dan mengapa gagal? Kita menghadapi sebuah tantangan yang sangat besar, tangan-tangan yang tidak menyetujui Pak Anies diusung oleh PDIP. Kita sadar betul Pak Anies merupakan figur tokoh nasional dan beliau juga kelahiran Jawa Barat, orang Kuningan," ungkap Ono.
Menurut Ono, Anies Baswedan mempunyai pengalaman yang baik saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sehingga ia meyakini, Anies juga mampu menyelesaikan berbagai persoalan di Jabar.
"Pak Anies itu adalah sosok pemimpin yang bisa menyelesaikan segala permasalahan di Jawa Barat. Tapi kekuatan-kekuatan yang sangat besar itu pada akhirnya Pak Anies tidak jadi diusung oleh PDIP," pungkas ono.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
