Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Juni 2024 | 16.46 WIB

Tak Gegabah Dukung Tokoh di Pilkada Jakarta, Jabar, Jateng, AHY: Memang Masih Perlu Waktu

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) menyerahkan surat rekomendasi kepada bakal calon gubernur Maluku kepada petahana Irjen Pol (Purn) Murad Ismail dan calon wakil gubernur Maluku kepada Michael Wattimena di Kantor DPP Partai - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (tengah) menyerahkan surat rekomendasi kepada bakal calon gubernur Maluku kepada petahana Irjen Pol (Purn) Murad Ismail dan calon wakil gubernur Maluku kepada Michael Wattimena di Kantor DPP Partai

 
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pihaknya membutuhkan waktu untuk mengumumkan nama yang akan didukung pada Pilkada Serentak 2024. Terutama di provinsi Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
 
"Kami membuat Satgas. Ya, Satgas ini secara efektif berkomunikasi dengan seluruh partnernya dan termasuk mencari titik-titik kerja sama. Dan, bicara DKI, Jabar, dan Jateng ini memang kami masih perlu waktu lagi," kata AHY di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (11/6) malam.
 
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional itu juga menekankan, Partai Demokrat dengan cermat memperhitungkan kans kemenangan pada pilkada 2024. Karena itu, proses komunikasi politik di setiap daerah tidak bisa disamakan.
 
"Kami, Partai Demokrat juga tidak ingin gegabah. Terlalu cepat, tapi tidak matang, enggak bagus. Terlalu lambat dan ketinggalan, rugi sekali. Jadi, artinya harus pas, it's all about timing," ucap AHY.
 
AHY pun mengamini, partai politik yang tergabung di dalam Koalisi Indonesia Maju juga terus menjalin komunikasi terkait Pilkada Serentak 2024. "Semangatnya bagus, kami ingin sama-sama melihat peluangnya bagaimana. Kalau memang ada kebersamaan yang bisa dilakukan, itu ideal. Artinya, punya kandidat yang sama-sama disepakati, yang sama-sama merasa punya kans paling besar untuk menang, itu ideal sekali," ujar AHY. 
 
Meski demikiam, kata AHY, dinamika yang terjadi memungkinkan adanya perubahan koalisi antar anggota Koalisi Indonesia Maju pada Pilkada 2024. Sebab kompleksitas pilkada bisa saja berbeda dengan pemilihan presiden dan wakil presiden.
 
"Tentu selalu ada dinamikanya dan itu wajar, itu wajar. Kami partai-partai politik dalam Koalisi Indonesia Maju juga menyadari itu," pungkasnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore