
Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan Dan Muhaimin Iskandar.
JawaPos.com - Anggota Dewan Pakar tim capres cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Bratanata Perdana mengatakan, dalam upaya mencapai kemajuan dan perbaikan, sangat penting bagi individu maupun masyarakat untuk mengambil tindakan. "Kita harus membangunkan yang tidur, memberi energi pada yang lesu, dan mengingatkan yang lalai," kata Bratanata dalam keterangan resmi, Selasa (26/12).
Menurutnya, perubahan adalah suatu keharusan jika kita ingin maju. "Dan, program yang ditawarkan oleh AMIN bertumpu pada program ekonomi yang nyata," lanjut Bratanata.
Hal itu dikemukakan Bratanata menanggapi debat cawapres yang dihelat 22 Desember lalu. Ia menegaskan, program ekonomi yang dijabarkan oleh Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, sangat menginspirasi. Menurutnya, Cak Imin tidak hanya mampu menyampaikan dengan bahasa yang sederhana, tetapi program-program tersebut juga berlandaskan dan mampu memberikan solusi terhadap masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.
"Jika diimplementasikan dengan efektif, kami yakin ekonomi Indonesia akan menuju keadilan dan kemakmuran untuk semua," tegas Bratanata.
Lantas, apa saja program yang ditawarkan AMIN?
Pertama, mengembangkan investasi padat karya. Hal itu dilakukan dengan memberikan perhatian pada investasi padat karya, bukan hanya investasi padat modal, merupakan bentuk prioritas yang penting.
Menurut Bratanata, investasi padat karya memiliki potensi untuk dapat mengangkat ekonomi masyarakat lebih cepat. Pasalnya, mampu menyerap tenaga kerja yang memiliki keterampilan, meskipun tidak sepopuler investasi padat modal berbasis teknologi tinggi.
"Investasi padat karya masih relevan dan dibutuhkan dalam masyarakat kita," ujarnya.
Salah satu contoh perhatian yang diberikan pada investasi padat karya adalah program peningkatan UMKM melalui literasi digital dan dukungan pemasaran. "Dengan aksesibilitas kredit melalui Kredit Usaha Milik Anak Muda (KAMU), UMKM dapat menjadi kuat, siap untuk berkembang, dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi negara," katanya.
Kedua, pendekatan sistematis menuju kemajuan. Konsep pendekatan ini berfokus pada sistem daripada masalah sporadis, dan sangat menggembirakan.
Cak Imin dalam paparan debat cawapres lalu, tidak hanya mengejar investasi sektoral atau proyek spesifik, tetapi juga berfokus pada perbaikan sistem yang komprehensif. "Ini termasuk penekanan pada kepastian hukum, meningkatkan kredibilitas pemerintah, meningkatkan kapasitas teknologi, dan menyederhanakan izin usaha," katanya.
Bratanata meyakini, jika hal itu dilakukan dengan benar, maka investasi akan secara alami memiliki nilai agregat yang lebih besar daripada hanya fokus pada satu atau dua industri atau proyek. "Berinvestasi dalam industri padat karya di Indonesia adalah langkah rasional, mengingat ketersediaan tenaga kerja yang melimpah dan terampil," ucapnya.
Ketiga, mengurangi ketimpangan melalui peningkatan kemakmuran. Menurut Bratanata, Cak Imin akan mengatasi ketimpangan ekonomi di negara kita, dimana kekayaan 100 orang terkaya melebihi kekayaan 100 juta warga lainnya.
Ini jelas itu tidak adil. Untuk mengurangi ketimpangan ini, kata Bratanata, perlu diciptakan melalui investasi padat karya.
"Dan kita harus terus mendukung pengusaha Indonesia agar mereka dapat maju dan bersaing secara global," terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
