JawaPos.com - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-MD bakal menerapkan program SMKN gratis yang saat ini sudah berjalan di Jawa Tengah secara nasional. Hal ini tentunya dalam rangka meningkatkan SDM unggul.
"Visi Pak Ganjar ke depan, SD-SMP-SMA (SMK) yang dikelola oleh pemerintah harus bisa gratis. Termasuk dalam hal pendidikan vokasi," kata juru bicara TPN Ganjar-Mahfud, Aryo Seno Bagaskoro kepada wartawan, Selasa (21/11).
"Bahkan lebih jauh, beberapa sekolah swasta atau lembaga pendidikan berbasis agama yang memenuhi syarat untuk dibantu subsidi, harus difasilitasi juga," sambungnya.
Seno menjelaskan, program itu selaras dengan platform program lain yang menargetkan satu keluarga miskin, harus ada satu sarjana. Ia pun memastikan, Ganjar-Mahfud akan mengalokasikan anggaran untuk mewujudkan program yang sudah berjalan di Jawa Tengah itu.
"Pembagian pengelolaan kewenangan pendidikan antara pemerintah pusat dan pemda dapat dimaksimalisasi gotong royongnya. Siapa mengelola apa, kemudian penganggarannya diprioritaskan dalam hal pendidikan," ujarnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan, Ganjar-Mahfud percaya bahwa pendidikan merupakan kunci utama memutus mata rantai kemiskinan. Menurutnya, gagasan tersebut tidak lepas dari latar belakang keduanya berasal dari keluarga yang pernah mengalami kesulitan membiayai pendidikan.
"Maka program dan visi misi yanh dibuat adalah berdasarkan pengalaman hidup di masa lalu, sekaligus menyambung best practices yang pernah dilakukan oleh beliau berdua, dalam konteks ini Pak GP saat menjabat sebagai Gubernur Jateng," ucap Seno.
"Jadi semua program ini tidak muncul dari ruang hampa, tapi ada latar belakang keterkaitannya," ujar Seno menambahkan.
Program SMKN gratis digagas Ganjar sejak 2014. Hingga kini, SMKN Jateng telah meluluskan sebanyak 1.837 siswa. Lulusan terdiri dari 3 SMKN Jateng yakni SMKN Jateng Semarang 825 lulusan, SMKN Jateng Pati 336 lulusan, dan 676 lulusan SMKN Jateng Purbalingga.
Tahun ini, SMKN Jateng meluluskan 258 siswa di angkatan ke-7 dari tiga kampus. Sebanyak 70 persen lulusan sudah terserap di dunia kerja. Rinciannya, sebanyak 113 lulusan diterima kerja, 22 lulusan diterima kuliah, 35 lulusan ikut kursus bahasa Jepang untuk kerja dan kuliah ke Jepang, 10 lulusan ikut kursus bahasa Jerman.
Tak berhenti dengan 3 sekolah, Ganjar menambah 15 SMK semi boarding di 15 kabupaten untuk menampung siswa unggul dari keluarga miskin. Lima belas sekolah ini dinamakan SMK Semi Boarding karena 30 siswa yang lolos seleksi masih belajar dengan siswa reguler meskipun mereka tinggal di asrama.