
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, tak tahan menahan tangis saat menceritakan seberapa sedih dirinya melihat perlakukan Jokowi akhir-akhir ini. (tangkapan layar Youtube @AkbarFaizal)
JawaPos.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, tak kuasa menahan tangis ketika ditanya seberapa luka dirinya dan PDIP terkait perlakuan Jokowi sebagai kader terhadap partainya.
Melalui Youtube Akbar Faizal pada Kamis (9/11), Hasto menceritakan duka yang sedang dialami PDIP dan dirinya.
Pada mulanya, Hasto menanggapi pernyataan Jokowi yang mengatakan situasi politik terkini seperti drakor dan sinetron. Orang nomor satu di Indonesia itu menilai terlalu banyak dramanya, yang dinilai beberapa pihak sebagai bentuk sindiran terhadap PDIP.
“Seharusnya kan pertarungan gagasan, mestinya pertarungan-pertarungan ide, bukan perasaan. Kalau yang terjadi pertarungan perasaan, repot kita,” kata Jokowi pada Senin (6/11).
Merespon hal itu, Hasto sebagai Sekjen PDIP mengatakan bahwa justru perasaan itu adalah bagian dari politik yang tak kalah pentingnya dengan gagasan dan ide.
“Karena Pak Presiden berbicara, politik itu bukan perasaan. Padahal, politik itu mata hati. Mata hati itu keluar dari instrumen rasa, yang diolah dengan alam pikir, maka keluarlah watak politik dengan perpaduan rasa dan alam pikir tadi,” respons Hasto.
Kemudian Akbar Faizal sebagai tuan rumah dalam acara podcast-nya bertanya, seberapa luka PDIP menyaksikan manuver dan langkah politik keluarga Jokowi yang dinilai tak sejalan lagi dengan partai.
“Bahwa PDIP tampak luka dengan ini, luka bahwa seorang presiden yang diakui adalah anaknya, tubuhnya, pikirannya, itu ternyata bergeser. Maka kemudian keluarlah kata atau narasi, misalnya pengkhianat dan segala macam,” kata Akbar Faizal.
“Seberapa luka PDIP dalam hal ini?” lanjutnya dengan pertanyaan langsung ke Sekjen PDIP.
Hasto mendahului jawabannya dengan fakta karakter Ibu Megawati sebagai Ketum PDIP. Selain teguh dalam pendirian, tetapi juga sosok yang begitu lembut.
“Ibu sebenarnya (punya) begitu banyak kelembutan, karena kami diajarkan mencintai pertiwi, mengelola politik ini dengan mata hati, sehingga kultur partai dalam merawat pertiwi dengan menanam pohon itu esensi utama dari politik PDIP,” tuturnya.
Kemudian Hasto menceritakan, bagaimana PDIP mengawal dan membersamai Jokowi selama 23 tahun sejak menjadi Wali Kota Solo hingga sekarang bisa menjadi presiden dua periode.
Hasto juga mengenang saat-saat Jokowi hendak dilantik menjadi presiden untuk pertama kalinya, di mana Jokowi meminta arahan ke Megawati saat sesi makan siang usai Jumatan.
“Pada tanggal 17 Oktober 2014, saat itu makan siang habis Jumatan hanya bertiga. Ibu Mega, Pak Jokowi, dan saya. Lalu, Pak Jokowi menanyakan kepada Ibu, ‘Ibu! saya tanggal 20 Oktober nanti akan dilantik, apakah ada arahan dari ibu?’,” kata Hasto sambil menirukan perkataan Jokowi.
“Lalu, Ibu mengatakan karena suasana akrab sambil makan, Ibu bilang begini, ‘Dek! Ini pesan dari bapak saya dan juga dari pengalaman saya, jangan lihat Istana dari sisi terangnya, tetapi kenali sisi gelap kekuasaan itu, maka dek Jokowi akan jadi pemimpin’,” kata Hasto memperagakan jawaban Megawati.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
