Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Agustus 2023 | 22.33 WIB

Tak Ingin Mundur dari PDIP, Budiman Singgung Capres Idaman Megawati

Budiman Sudjatmiko (tengah)

JawaPos.com - Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengaku belum mendapat surat panggilan resmi dari DPP PDIP setelah dirinya mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Dukungan itu setelah Budiman mendeklarasikan, Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). 

Hal itu yang menyebabkan Budiman belum bisa menyampaikan klarifikasi terhadap DPP PDIP setelah dirinya mendukung Prabowo Subianto.

"Jadi karena saya belum dapatkan surat pemanggilan resmi, menyebabkan saya belum bisa menyampaikan tanggapan. Tetapi jika ada surat pemanggilan resmi saya datang, ada majelis kehormatan partai ya, karenanya saya menunggu saja," kata Budiman dihubungi wartawan, Senin (21/8).

Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini memastikan, dirinya tidak akan mundur dari PDIP, meski berbeda pilihan politik. Ia mengaku ingin memberikan penjelasan terkait dukungannya terhadap Prabowo.

"Enggak ya, bagi saya kalau mundur itu seperti malah saya tidak mendapatkan penjelasan, tidak punya kesempatan untuk menjelaskan apa yang menjadi argumen saya," ucap Budiman.

Budiman menyatakan, dirinya mempunyai alasan mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Ia menyadari, pilihan politiknya berbeda dengan PDIP yang telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres pada Pilpres 2024.

"Karena tentu saja saya punya argumen atas tindakan saya, yaitu saya ini kan selama bertahun-tahun ini sering mendengarkan ceramah-ceramah dan pendapat-pendapat ibu ketua umum tentang spek kepemimpinan. Ibu Mega kan selalu berkata bahwa Indonesia itu butuh pemimpin yang memiliki pandangan-pandangan strategik," ujar Budiman.

"Saya melihat bahwa kualifikasi-kualifikasi itu, setelah saya cermati dengan nalar saya, saya ingin mengatakan bahwa kualifikasi itu dari tiga tokoh yang selama ini ada, memang banyak ada di sosoknya Pak Prabowo," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Kehormatan DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun tak segan memberikan sanksi terhadap politikus PDIP Budiman Sudjatmiko yang secara terang-terangan mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal capres untuk Pemilu 2024. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, pihaknya tak mentolelir aksi yang dilakukan Budiman.

"Pak Komarudin akan mengumumkan, yang jelas partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai. Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas," tegas Hasto di sela-sela Rakerda III DPD PDIP Kalimantan Timur di Balikpapan, Minggu (20/8).

Dia menegaskan, selama ini PDIP selalu mengedepankan etika politik. Bahkan, setiap orang yang masuk PDIP atas dasar kesukarelaan, bukan dibajak atau diiming-imingi.

"Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan," tegas Hasto.

Deklarasi dukungan Budiman terhadap Prabowo yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah akan membuat kader PDIP di Jawa Tengah semakin solid. Tindakan ini justru akan membuat semangat kader Banteng semakin bergelora. 

Menurutnya, peristiwa itu pernah terjadi ketika Pemilu 2019 lalu. Saat itu, kubu Prabowo membangun posko di wilayah Solo, yang merupakan tempat asal Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjadi lawannya. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore