
Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung. (ANTARA)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan partainya belum menerima surat pengunduran diri Dedi Mulyadi di tengah isu mantan Bupati Purwakarta itu maju sebagai bakal calon anggota legislatif pada Pemilu 2024 melalui Partai Gerindra, dikutip dari ANTARA.
"Kami 'kan mendapatkan surat pengunduran diri dari edaran-edaran di media. Secara resmi, formal (surat pengunduran diri) belum," ujar Doli usai Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI dengan KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), dan Kementerian Dalam Negeri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/5).
Baca Juga: Nabung Hampir 40 Tahun, Juru Parkir Ini Akhirnya Kesampaian Berangkat Umrah
Ia menjelaskan bahwa partainya memiliki mekanisme tersendiri mengenai pengunduran diri seorang kader. Ada pula proses yang harus dilewati, seperti rapat internal bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Untuk itu, Doli meminta agar Dedi Mulyadi dapat menghadiri pertemuan tersebut guna mengklarifikasi dan menjelaskan posisinya saat ini. Apabila isu tersebut benar adanya, ia berharap Dedi dapat menyampaikannya secara langsung kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Kembali Gelar Baksos Pelayanan Kesehatan dan Bazar UMKM
"Kami mengundang Pak Dedi untuk hadir, minta klarifikasi, kalau memang itu benar disampaikan secara langsung saja ke ketum," tambahnya.
Menurut Doli, Golkar masih mendaftarkan Dedi Mulyadi sebagai bakal calon anggota DPR RI pada Pemilu 2024. Tidak hanya itu, kelengkapan dokumen persyaratan menjadi bakal caleg Partai Golkar pun masih tersimpan baik dan belum ditarik.
Baca Juga: Upaya Arsenal Membajak Ilkay Gundogan dari Manchester City
"Dalam daftar 580 bakal caleg yang diajukan Golkar kemarin, masih ada nama Pak Dedi Mulyadi," katanya.
Sebelumnya, pada Sabtu (13/5), Dedi Mulyadi masih enggan mengomentari pengunduran dirinya dari Partai Golkar dan anggota DPR RI, meski sudah beredar kabar kalau dia akan maju sebagai bakal caleg melalui Partai Gerindra pada Pemilu 2024.
"Nanti saja (mengomentarinya)," kata Dedi melalui sambungan telepon saat ditanyakan mengenai surat pengunduran dirinya dari Partai Golkar yang beredar luas di berbagai kalangan wartawan.
Baca Juga: Persis Solo Masih Diperkuat Bek Asal Brasil Jaimerson di Liga 1 2023-2024
Selain itu, Partai Gerindra mendaftarkan Dedi Mulyadi sebagai bakal calon anggota DPR RI dari partai tersebut di Kantor KPU RI, Jakarta, Sabtu (13/5). Kemudian pada Minggu (14/5), Partai Golkar pun mendaftarkan Dedi Mulyadi sebagai bakal calon anggota DPR RI.
Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia menyatakan akan meminta klarifikasi kepada DPP Partai Gerindra dan Partai Golkar mengenai pendaftaran Dedi Mulyadi sebagai bakal calon anggota DPR RI pada Pemilu 2024
"Dalam penyampaian hasil verifikasi (administrasi persyaratan pengajuan bakal calon anggota DPR RI) tersebut, kami akan klarifikasi kepada kedua partai itu. Jadi, pada dasarnya ini yang benar yang mana seperti itu," ucap anggota KPU RI Idham Holik kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/5).
Baca Juga: Biksu dari Thailand Terharu Disambut Warga Lintas Agama Indramayu
Saat ini, Idham mengaku belum bisa memastikan pencalonan Dedi Mulyadi melanggar aturan atau tidak. Dalam tahapan verifikasi, KPU akan mengecek dugaan kegandaan pendaftaran dan dokumen Dedi menggunakan dua pasal.
Di samping itu, Gerindra pun harus menyerahkan surat pernyataan tersebut kepada KPU RI ketika mendaftarkan Dedi sebagai bakal calon anggota DPR.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
