Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2023 | 22.24 WIB

Koalisi PKB-Gerindra Diprediksi Bubar

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyapa para kader PKB dalam acara PKB Road To Election 2024 di Tennis Indoor Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/10/2022). Acara ini dihadiri oleh para kader - Image

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyapa para kader PKB dalam acara PKB Road To Election 2024 di Tennis Indoor Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (30/10/2022). Acara ini dihadiri oleh para kader

JawaPos.com – Gema koalisi PKB dan Gerindra terasa tak senyaring dulu. Siapa capres dan cawapres yang bakal dinaikkan ke panggung Pilpres 2024 belum juga diumumkan. Sejumlah pengamat pun belakangan memprediksi koalisi bernama Kebangkitan Indonesia Raya itu tidak sampai ke pelaminan.

Ujang Komarudin, pengamat politik, menilai koalisi antara PKB dan Gerindra memang tidak sedang baik-baik saja. Banyak sinyal dan kode yang menunjukkan hubungan dua parpol itu sedang merenggang. "Saya kira, setelah ini koalisi akan bubar jalan,” kata Ujang Komarudin kepada Jawa Pos kemarin (15/1).

Sampai sekarang, sebut Ujang, Gerindra ngotot untuk mencalonkan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai presiden. Namun, tidak ingin menjadikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya.

Hal itu tentu akan merugikan PKB dan Muhaimin. Padahal, dalam acara Ijtimak Ulama Nusantara beberapa hari lalu, Muhaimin menyatakan ingin didukung untuk menjadi capres atau cawapres. Nah, itu menjadi sebuah kode bahwa PKB akan balik badan bilamana Prabowo dan Gerindra tidak mau mengusung Muhaimin sebagai cawapres.

Direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu mengungkapkan, dalam koalisi, posisi partai harus setara. Jika Gerindra ingin mengusung Prabowo sebagai capres, tapi tidak mau Muhaimin menjadi cawapres, hal itu jelas tidak adil. Memperlakukan partai lain tidak setara. ’’Artinya, Gerindra inginnya menang sendiri. Jelas, itu tidak bisa diterima,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid tidak menampik kemungkinan koalisi PKB dan Gerindra bakal bubar. Dia mengatakan, koalisi itu seperti pacaran. Jika tidak ada kata sepakat, bisa saja berpisah. Namun, pihaknya tetap berkeyakinan bahwa koalisi dua partai itu bisa dilanjutkan.

Yang jelas, para kiai dalam Ijtimak Ulama Nusantara menginginkan Muhaimin maju sebagai capres atau cawapres. Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, mengatakan, pihaknya berharap Muhaimin dan Prabowo bisa berpasangan dalam pilpres mendatang. ’’Yang jelas, dalam koalisi itu tidak boleh memaksakan kehendak,” tegas legislator dari dapil Jatim X (Lamongan dan Gresik) tersebut.

Sebelum Ramadan mendatang, lanjut Gus Jazil, pihaknya berharap sudah ada keputusan tentang nama capres dan cawapres dari PKB. Hal itu sesuai permintaan para kiai. ’’Tentu, kita tetap akan berkomunikasi dengan Partai Gerindra,” tandasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore