
Petugas mengubah papan harga BBM di SPBU Senen, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah menetapkan harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik d
JawaPos.com-Ketua DPRD Kabupaten Kudus Masan mengajak seluruh anggota dewan untuk menyisihkan 20 persen pendapatannya pada bulan depan untuk membantu masyarakat terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi.
"Jika teman-teman Fraksi PKS menyampaikan penolakan kenaikan harga BBM, saya secara riil mengajak seluruh anggota Dewan untuk menyisihkan 20 persen dari pendapatan pada bulan depan untuk memberikan kepada mereka yang berhak," ujarnya saat rapat paripurna DPRD Kudus dengan agenda persetujuan APBD Perubahan 2022 di ruang rapat DPRD Kabupaten Kudus, Kamis (15/9).
Ajakan tersebut sebagai respons anggota Fraksi PKS yang menyerukan penolakan kenaikan harga BBM pada rapat paripurna pada Kamis (15/9) sore. Masan memperkirakan total donasi yang terkumpul jika semua anggota DPRD setempat sepakat lebih dari Rp100 juta.
Ia mengungkapkan hal itu bersifat ajakan. Akan tetapi, melihat dampak kenaikan harga BBM maka saatnya anggota dewan menunjukkan keprihatinan dan empatinya membantu masyarakat melalui cara donasi.
Kenaikan harga BBM, kata dia, merupakan kebijakan pemerintah pusat. Namun, pemerintah daerah bisa merespons kebijakan itu dengan mengalokasikan anggaran bantuan langsung tunai (BLT). Pemkab Kudus sudah mengalokasikan BLT dari alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Namun, penerimanya masih terbatas para pekerja rokok, sedangkan BLT subsidi BBM dari pemerintah pusat tercatat hanya menyasar 52.000 orang.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kudus Tri Erna Sulistyowati menyambut positif ajakan menyisihkan 20 persen pendapatan pada bulan Oktober 2022. "Kami sepakat dengan usulan tersebut karena untuk membantu masyarakat yang terdampak," ujarnya.
Pernyataan berbeda diungkapkan Ketua Fraksi Partai Nasdem Muhtamat. Dia meminta pembahasan usulan untuk menyisihkan 20 persen pendapatan terlebih dahulu, terutama untuk menentukan sasaran. "Kami tetap mendukung. Akan tetapi, karena usulannya juga bersifat spontan tetap harus dibicarakan dengan matang agar tidak muncul kesalahpahaman," ujarnya. (*)

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
