Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Mei 2021 | 00.23 WIB

Bertemu Presiden PKS, Ketum PAN Singgung Soal Ketergantungan Impor

PAN dan PKS - Image

PAN dan PKS

JawaPos.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Keduanya membahas banyak persoalan di negeri ini, salah satunya mengenai kondisi Indonesia yang bergantung pada impor.

Menurut Zulkifli, seharusnya Indonesia bisa mandiri tanpa bergantung pada impor. Namun kenyataanya sangat berbanding terbalik. Bahkan impor sudah menjadi candu bagi Indonesia.

"Misalnya makan kita tergantung impor, bahkan ada yang beri judul impor itu candu. Bayangkan saja gula, garam, beras, kedelai, sayur buah dan lain-lain," ujar Zulkifli di DPP PAN, Jalan Daksa, Jakarta, Jumat (21/5).

Wakil Ketua MPR ini mengatakan dengan adanya impor tersebut maka yang dirugikan adalah petani-petani Indonesia. Karena akan membuat harga-harga bahan-bahan yang dihasilkan oleh petani tidak laku dipasaran.

"Itu dampaknya besar dan petani kita alami daya beli hancur karena kalau panen garam lalu masuk impor maka harga hancur," katanya.

Oleh sebab itu, kebijakan impor pemerintah ini sangatah merugikan ke petani. Bahkan petani tidak bisa sejahtera. Sebab semua bahan-bahan makanan dihasilkan karena impor.

"Ketergantungan impor sangat luar biasa dan impor buat petani tambah miskin dan utang luat negeri tambah karena impor pakai dolar, ini sangat merugikan, tentu ini ada yang keliru," tegasnya.

Sementara terpisah, Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai konflik antara Israel dengan Palestina.

"Terdapat kesamaan pandangan antara PKS dan PAN bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sebagaimana dimaktubkan dalam UUD 1945. Oleh karenanya, dukungan kemerdekaan untuk Palestina adalah bagian dari tugas konstitusi bangsa Indonesia," katanya.

Aboe melanjutkan, pada persoalan berbangsa dan bernegara, PKS dan PAN memiliki komitmen bersama untuk penyelenggaraan demokrasi yang bersih. Sebagai dua partai yang sama sama lahir dari rahim reformasi, terdapat kesepahaman untuk merawat demokrasi sebagai hasil dari reformasi.

"Demokrasi yang transaksional tidak bisa dibiarkan karena akan membuat biaya politik dan mahal. Selain itu akan berdampak pada penguasaan sumberdaya oleh para cukong," ungkapnya.

Selain itu membicarakan mengenai penguatan ekonomi untuk rakyat kecil. PKS dan PAN memiliki kesamaan pandang untuk mendorong ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pertanian dan UMKM.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore