Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Maret 2021 | 02.35 WIB

AHY Bilang, Kasus Hambalang sudah Tidak Relevan Diangkat ke Publik

istimewa - Image

istimewa

JawaPos.com - Partai Demokrat kubu Moeldoko kembali mengungkit kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang. Kubu Moeldoko menduga masih adanya pihak-pihak yang belum tertangkap.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres V Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, bahwa yang dilakukan kubu Moeldoko sudah semakin terjepit karena tidak mampu menunjukan bukti-bukti legalitas Kongres Luar Biasa (KLB) adalah sah.

’’Dengan mengangkat isu Hambalang, setelah  kubu Moeldoko tidak mampu menunjukkan legalitas penyelenggaraan KLB yang nyata-nyata  adalah perbuatan melawan hukum,’’ ujar AHY dalam jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (29/3).

AHY menambahkan, kepada kader Partai Demokrat yang terlibat dalam kasus korupsi Hambalang tersebut sudah dilakukan penegakan hukum yang kredibel. Sebagai konsekuensinya, ada sejumlah  oknum mantan kader yang telah mendapatkan  sanksi  hukum.

’’Dalam proses itu, perlu kami jelaskan, meskipun kepala pemerintahan saat itu berasal dari Partai Demokrat, dan Partai Demokrat juga berada dalam pemerintahan, proses penegakan hukum tersebut  dihormati dan tidak ada intervensi yang dilakukan,’’ katanya. ’’Dengan demikian, permasalahan penegakan  hukum yang sudah selesai itu, sangat tidak relevan kalau diangkat-angkat lagi apalagi secara politik,’’ tambahnya.

AHY melanjutkan, justru pada tujuh tahun terakhir ini, Partai Demokrat terus melakukan konsolidasi dan pembenahan internal partai, termasuk tindakan pencegahan atas penyimpangan atau pelanggaran hukum. ’’Tindakan konsolidasi dan pembenahan ini, yang  kami jalankan secara serius, telah menunjukkan  hasil yang nyata,’’ ucap mantan prajurit TNI AD tersebut.

Sebelumnya, Inisiator KLB Partai Demokrat kubu Moeldoko, Darmizal mengungkit kasus korupsi Hambalang yang melibatkan kader Demokrat. Mereka ingin kasus korupsi tersebut kembali di usut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ’’Kepala ikan itu disimpan di mana pun pasti busuknya akan terungkap. Lebih baik kita mengungkap di awal-awal mumpung ada kesempatan untuk memperbaiki dari pada nanti busuknya sudah menyebar ke mana-mana,’’ ujar Darmizal.

Darmizal menyebut, sumber kebusukan Demokrat berada di Hambalang. Kata dia, jika tidak ada peristiwa Hambalang maka Partai Demokrat masih bisa berjaya.

Menurut Darmizal, Partai Demokrat ada di puncak elektabilitasnya sebelum Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka KPK karena kasus Hambalang. Anas, kata dia, juga berada pada puncak popularitasnya pada saat itu. ’’Itu tidak bisa kita ingkari. Nah peristiwa Hambalang ini menjadi catatan sejarah yang mesti kita ungkap siapa sebenarnya yang bersalah,’’ serunya. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=9aEDiDuY9SQ

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore