Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 November 2020 | 00.24 WIB

Sekjen PKS Jabarkan Pernyataan JK Soal Indonesia Kurang Pemimpin Umat

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi mengaku proses hukum atas tuduhan Andi yang menyebut partainya menerima mahar Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno tetap berjalan. - Image

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi mengaku proses hukum atas tuduhan Andi yang menyebut partainya menerima mahar Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno tetap berjalan.

JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi merespons soal pernyataan mantan wapres Jusuf Kalla (JK), yang menyebut ada kekosongan kepemimpinan dalam ormas dan partai politik.

Menurut Aboe, kekosongan pemimpin umat Islam yang dimaksud JK itulah yang yang membuat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dijadikan masalah.

"Bahasa Pak JK soal kekosongan kepemimpinan maksudnya kepemimpinan umat Islam. Jadi kita mengerti bahwa kita kurang tokoh umat," ujar Aboe di Kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta, Senin (23/11).


Aboe Bakar juga berharap, tokoh-tokoh baru bisa muncul. Sehingga tidak ada kekosongan pemimpin dalam umat Islam. PKS juga bakal ikut serta melahirkan tokoh-tokoh tersebut.

"Kita sangat berharap. Kita sudah kehilangan. Siapa tokoh-tokohnya? Pak Habibie sudah tidak ada. Makanya milenial harus diakselerasi. Dan semoga PKS bisa memunculkan orang-orang tersebut," katanya.

Selain itu, Anggota Komisi III DPR ini juga berharap para milenial tidak anti terhadap politik. Sehingga nantinya para milenial tersebut bisa berkontribusi bagi bangsa Indonesia ini.

"Jangan anti dengan politik dan sosial. Kalau menolak politik, akhirnya politik dipegang orang yang tidak baik," ungkapnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, saat ini ada kekosongan kepemimpinan di tubuh ormas dan parpol Islam. Sehingga pimpinan ormas FPI Habib Rizieq Shihab seolah menjadi permasalahan yang hebat hingga aparat kepolisian dan prajurit TNI turun tangan.

"Kenapa itu terjadi, ini menurut saya karena ada kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas," kata JK.

"Karena adanya kekosongan itu, maka begitu ada pemimpin yang katakanlah karismatik atau ada yang berani memberikan alternatif, maka orang langusng mendukungnya. Ini menjadi suatu suatu masalah, Habib Rizieq itu adalah sesuatu indikator bahwa ada proses yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi kita," imbuh JK.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore