Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2020 | 19.57 WIB

MPR: Rakyat Harus Memiliki Hikmat dan Kebijaksanaan

mpr - Image

mpr

JawaPos.com - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid atau Gus Jazil, mengatakan, rakyat harus memiliki hikmat dan kebijaksanaan ketika memilih dalam Pilkada Serentak. Jika rakyat tidak memiliki hikmat dan kebijaksanaan maka akan lahir pemimpin yang memiliki legitimasi namun tidak bisa bekerja.

“Kalau rakyat tidak pintar, tidak memiliki hikmat dan kebijaksanaan, maka ketika memilih pasti memilih pemimpin yang tidak memiliki hikmat dan kebijaksanaan. Kalau rakyatnya suka dengan money politics, maka pemimpinnya pasti melakukan money politics,” kata Jazilul Fawaid dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada masyarakat Kabupaten Lombok Utara, Selasa (3/11).

Dalam sosialisasi yang berlangsung di ruang terbuka, di Sunset Springs Beach Retreat, Jl. Raya Bayan, Desa Ganggelang, Lombok Utara itu, Gus Jazil juga mengatakan, demokrasi yang ada saat ini mulai bergeser dari nilai-nilai sila keempat Pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

“Sekarang ini tidak ada lagi hikmat, tidak ada lagi kebijaksanaan. Money politics bukan hanya rakyatnya saja, tetapi calon pemimpin juga memberikan iming-iming,” katanya.


Ia juga mengungkapkan, pelaksanaan dan penerapan nilai-nilai sila keempat Pancasila memang agak sulit. Salah satu perwujudan sila keempat adalah Pilkada Serentak padsa 9 Desember 2020. Rakyat memiliki kedaulatan untuk menentukan dan memilih pemimpin.

“Demokrasi adalah cara untuk menentukan pemimpin agar memiliki legitimasi melalui pemilihan. Padahal persoalannya bukan soal legitimasinya, tetapi apakah pemimpin itu mampu membangun dan memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Pemimpin seperti itulah yang dipilih rakyat yang memiliki hikmat dan kebijaksanaan,” jelasnya.

Menurut Gus Jazil, demokrasi kita saat ini dirusak dengan money potlicis, seperti amplop. “Rakyat yang memiliki kedaulatan seharusnya punya hikmat dan kebijaksanaan. Inilah yang mulai dirasakan hilang,” ujarnya.

Dalam sosialisasi Empat Pilar itu, Gus Jazil menyebutkan bahwa para pendiri bangsa telah mempersiapkan kemerdekaan dan dasar negara. “Para pendiri bangsa duduk bersama mencari apa yang menjadi landasan atau dasar negara. Para pendahulu memberikan modal yang luar biasa, yaitu Pancasila. Dari sekian banyak nilai-nilai yang ada dalam masyarakat Indonesia diperas hanya menjadi lima nilai,” katanya.

Karena itu MPR mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila dan tiga pilar lainnya yaitu UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Empat Pilar MPR adalah komitmen kita sebagai warga negara bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari beragam suku dan adat, budaya dan agama. Keragaman itu harus diikat dalam bingkai persatuan. Kalau ada Empat Pilar, Indonesia akan kuat,” tegas politisi PKB ini.

Untuk itu Gus Jazil meminta kepada masyarakat Lombok Utara untuk menghidupkan, mempraktikan, dan menjalankan nilai-nilai Empat Pilar. “Agar Indonesia tetap utuh dan lestari. Lombok Utara merupakan bagian dari NKRI,” ucapnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore