Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Oktober 2020 | 19.57 WIB

Gus Jazil: Bangsa ini Lahir Dari Kalangan Kaum Pelajar Terdidik

Banser - Image

Banser

JawaPos.com - Di tahun 1920-an, sejumlah mahasiswa di STOVIA dan sekolah-sekolah lainnya di Batavia (Jakarta), mulai merancang sebuah pergerakan kemerdekaan. Hingga digagaslah berbagai kegiatan seperti Kongres I Pemuda pada tahun 1926 dan Kongres II Pemuda pada tahun 1928. Dari dua peristiwa itu lahirlah Sumpah Pemuda.

Kesepakatan itu menjadi monumen bersejarah dan diperingati setiap tahun oleh bangsa Indonesia. Peringatan itu dilakukan sebab pada peristiwa itu ada pesan persatuan dan cita-cita kebangsaan Indonesia.

"Bangsa ini lahir dari kalangan kaum pelajar terdidik dan tercerahkan," ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid di Jakarta, Rabu (28/10).

Lebih lanjut disampaikan, pendidikan yang mereka tempuh telah membuka pikiran dan mata hati tentang kemerdekaan, lepas dari penjajahan bangsa asing. Dari kaum terpelajar itulah lahir gagasan-gagasan besar.

"Mereka kemudian menginspirasi kalangan pelajar di daerah-daerah yang banyak tumbuh lembaga pendidikan pada masa itu, seperti di Sumatera Barat, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Bandung, lahir kalangan terdidik yang kelak menjadi pemimpin bangsa," tuturnya.


Belajar dari sejarah yang ada, pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu menyebut bahwa pendidikan sangat penting bagi kemajuan bangsa. Untuk itu dirinya mendorong agar pemerintah lebih serius dalam menangani dunia pendidikan.

"Pentingnya pendidikan bagi bangsa ini sangat jelas, hal demikian termuat dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945," paparnya.

Sebagai amanat pembukaan UUD maka pemerintah harus memprioritaskan sektor pendidikan yang harus perlu trus dikembangkan. Menurut pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu tidak membeda-bedakan sekolah umum dan sekolah agama, pesantren. Semua lembaga pendidikan yang ada menurutnya perlu dibantu dan diperhatikan.

"Pendidikan merupakan investasi masa depan," ujarnya.

Karena itu, lanjut Jazil, bila saat ini pemerintah gencar mendorong dan memberi perhatian yang lebih kepada dunia pendidikan, maka 20 tahun ke depan, Indonesia mampu menjadi bangsa yang bersaing di tingkat global. Namun, tetap mengacu pada Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Acuan tersebut membuat generasi muda tidak hanya cerdas dan pintar namun juga tetap berpegang teguh pada jati diri sebagai bangsa Indonesia,” paparnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore