Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Oktober 2020 | 04.43 WIB

Denny JA: Untuk Menjadi Pemimpin, Modal Intelektual Saja Tidak Cukup

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI ) Denny JA mengatakan, modal pemikiran saja tidak cukup untuk membangun bangsa ini. Karena dibutuhkan juga kemampuan dan kecerdasan finansial dibutuhkan supaya mandiri di ruang publik.

"Kemampuan dan kecerdasan finansial sangat dibutuhkan untuk mempunyai dana ekstra jika ingin aktif mandiri di ruang publik. Menjadi pemimpin itu modal intelektual saja tidak cukup," ujarnya dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Sabtu (3/10).

Denny mengaku sumbangsih pemikiran yang selama ini dilakukannya terinspirasi dari para pendiri bangsa.

“Saya terinspirasi oleh generasi the founding fathers seperti Soekarno, Hatta, Sutan Syahrir, dan Soetomo. Mereka itu wujud dari apa yang disebut Plato dengan philosopher king. Dalam bahasa populernya, wujud dari pemimpin pemikir, dan pemikir pemimpin," paparnya.

Sebelumnya, diketahui, seoranga Jurnalis senior Satrio Arismunandar menjelaskan, Denny JA adalah salah satu potret intelektual paling lengkap, dan paling kaya dimensi. Karena latar belakanganya sebagai akademisi, penulis populer, aktivis, politikus, pengusaha, dan pembuat film. Ia juga merupakan founding father konsultan politik Indonesia. Denny mengawinkan politik praktis dan ilmu pengetahuan.

"Denny menjadi konsultan politik pertama dalam sejarah dunia yang ikut memenangkan pemilu presiden empat kali berturut-turut, 2004, 2009, 2014, 2019," paparnya.

Di bidang ini, Denny mendapatkan penghargaan internasional TIME Magazine di tahun 2015, bersama Barack Obama hingga Justine Bieber. Ia memecahkan Guiness World Record bidang pendidikan politik 2018. Juga dari Twitter Inc sebagai the World Golden Tweet di 2009, no 2.

Kedua, di dunia sastra. Denny JA membawa tradisi baru puisi, yang disebutnya puisi esai. Ini gabungan puisi dan makalah ilmiah. Puisi historical fiction yang bercatatan kaki. Kini penulis puisi esai meluas tak hanya di 34 provinsi Indonesia tapi ke Asia Tenggara.

Denny juga piawai dalam berbisnis. Terbukti dari seorang aktivis kere di tahun 1980-an, kini Denny menjelma menjadi pengusaha miliarder. Selain itu, kata Satrio, Denny juga tercatat sebagai pengusaha kuliner dengan restonya, Bunga Rampai, mendapat penghargaan Adikarya 2019.

"Sebagai penulis, Denny sudah menulis 55 judul buku. Tak nanggung pula, Denny menulis buku untuk tema yang beragam, mulai dari politik, ekonomi, psikologi, filsafat, agama, sastra hingga film," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore