
Suasana Kota tua yang tampak sepi dari pengunjung, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Dampak kasus dari penyebaran COVID-19, Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah destinasi wisata dan hiburan masyarakat selama 2 pekan ke depan diantaranya Monas, Wisata Kota Tua d
JawaPos.com - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakim Bafagih mengatakan, postur anggaran sektor pariwisata pada tahun 2021 mendatang akan diwarnai oleh upaya pemulihan pariwisata.
Maka, kata Abdul Hakim, dapat dibayangkan bahwa Kemenparekraf akan memikul beban paling besar untuk memastikan kesiapan destinasi. Terutama terkait wisata alam dan minat khusus yang menjadi unggulan.
"Namun anehnya, postur anggaran di direktorat wisata alam dan minat khusus ternyata jauh lebih kecil dari direktorat event," ungkap Abdul Hakim usai Rapat Dengar Pendapat dengan jajaran Kemenparekraf, Selasa (30/06) sore.
Padahal, lanjutnya, di tengah kondisi situasi yang serba tidak pasti kapan berakhirnya Covid-19 ini, sudah mestinya anggaran event dan promosi justru dikurangi dan dialihkan agar fokus pada pembenahan destinasi.
"Saya meminta agar untuk anggaran pemasaran itu dapat digambarkan target jumlah wisatawan yang akan datang dan proyeksi devisa yang akan diraih, supaya jelas perbandingan antara biaya yang akan dikeluarkan negara dengan potensi penerimaan negara," tegas legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII itu.
Menurutnya, dari data yang telah dipaparkan Kemenparekraf, bahwa tingkat kepercayaan negara lain terhadap Indonesia terkait penanganan Covid-19 ini rendah. Paparan itu jelas menunjukkan bahwa semestinya yang menjadi prioritas utama adalah kesiapan destinasi baru. Setelah itu barulah kemudian promosi dilakukan dengan intensif.
"Karena itu saya meminta anggaran promosi diturunkan lalu sebagian dipindah untuk kesiapan destinasi," kata Hakim.
Dia juga merekomendasikan agar pos-pos anggaran terkait iklan di media sosial, elektronik, webinar, maupun penyelenggaran pameran dan event agar dikurangi. Hakim mengaku lebih merekomendasikan agar dilakukan inovasi terkait atraksi di desa-desa wisata maupun pesisir untuk menarik minat wisatawan lokal.
"Segmen inilah yang paling pasti dan masuk akal untuk kita garap dalam kondisi seperti ini," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ZvsHXSU0Aao
https://www.youtube.com/watch?v=DndD4lf17QY
https://www.youtube.com/watch?v=-fdIPhNVVzo

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
