Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Maret 2020 | 23.41 WIB

COVID-19 Bisa Ganggu Tahapan Pilkada Serentak 2020

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

JawaPos.com - Penyelenggaraan tahapan Pilkada serentak 2020 bisa terhambat karena COVID-19. Pasalnya. tahapa verifikasi faktual dan sosialisasi mengharuskan untuk kontak fisik dengan banyak orang.

"Kami mencermati perkembangan wabah COVID-19, yang melanda sejumlah provinsi hingga dilakukan penutupan sejumlah kawasan keramaian. Kondisi ini jika merambah hingga ke Kepri, tentu akan mengganggu pelaksanaan tahapan pilkada, seperti sosialisasi," kata Komisioner Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Indrawan di Tanjungpinang, Minggu, (15/3).

Indrawan mengemukakan imbauan pemerintah agar menghindari tempat keramaian akan mempengaruhi sosialisasi, termasuk tugas pendataan pemilih secara faktual yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih.

Strategi sosialisasi terhadap kebijakan pilkada maupun yang berhubungan dengan pengawasan pilkada kemungkinan dilakukan dengan melibatkan media daring, dan menggunakan media sosial.

"Masalahnya, kalau verifikasi data pemilih harus dilakukan secara faktual. Artinya tidak dapat dihindari pertemuan antara petugas dengan warga," tuturnya.

Selain itu, kata dia kampanye akbar yang dilakukan oleh pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, dipastikan akan melibatkan banyak orang. Ini tentu sangat dihindari dalam upaya pencegahan meluasnya Covid-19.

"Kita di Bawaslu Kepri dan jajarannya masih menunggu keputusan dari Bawaslu RI terkait persoalan itu. Kami berharap pemerintah segera mendapatkan antivirus COVID-19 sehingga agenda-agenda penting negara dapat dilaksanakan secara maksimal," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana menyatakan, 82 dari 90 orang yang sempat menjalani observasi negatif COVID-19 berdasarkan hasil uji sampel di laboraturium Kementerian Kesehatan.

Delapan orang lainnya masih menjalani karantina, dan observasi di ruang isolasi di Rumah Sakit Ahmad Tabib di Tanjungpinang dan di sejumlah rumah sakit di Batam.

"Ada dua pasien baru di Rumah Sakit Ahmad Tabib, satu di antaranya baru tadi pagi dirawat di rumah sakit. Sementara enam pasien lainnya dirawat secara intensif di Batam," ujarnya.

Sampai sekarang, kata dia Kepri masih terbebas dari COVID-19. Masyarakat tidak perlu panik, meski demikian, tetap harus mewaspadai virus mematikan tersebut dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kebersihan pada diri sendiri dan lingkungan.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore