
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat memberi sambutan pada acara MUNAS III PERADI Tahun 2020, di Jakarta, Jumat malam (28/2). (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut baik permintaan maaf yang disampaikan Raja Belanda Willem Alexander atas berbagai kekerasan yang dilakukan Belanda pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.
Sejarah mencatat berbagai kekerasan Kerajaan Belanda yang terjadi, seperti agresi militer di Jawa dan Sumatera pada 21 Juli 1947 hingga 5 Agustus 1947, agresi militer II pada 19 Desember 1948 di Yogyakarta, pembunuhan rakyat sipil di Sulawesi Selatan pada Desember 1945 hingga Februari 1947 yang dikenal dengan Pembantaian Westerling.
"Namun sejarah juga mencatat pada 10 Maret 2020, Raja Belanda Willem Alexander telah menyampaikan permohonan maaf," ujar politikus Golkar yang bisa disapa Bamsoet itu di Jakarta, Rabu (11/3).
Sikap tersebut, Kata Bamsoet, sekaligus langkah maju dalam penguatan hubungan Belanda dan Indonesia. Setelah pada tahun 2015 pemerintah Belanda melalui Menteri Luar Negerinya, Bernard Bot, secara politis dan moral mengakui Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.
"Sebelumnya, pemerintah Belanda hanya mengakui kemerdekaan RI pada 27 Desember 1949," ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (11/3/20).
Lebih lanjut, Ketua DPR RI 2014-2019 ini menilai, tidak semua pemimpin negara mau mengakui dan meminta maaf atas berbagai kejadian yang dilakukan oleh negaranya terhadap negara lain. Sebagai Kepala Negara, Raja Belanda Willem Alexander menunjukan kepada dunia kebesaran hati untuk meminta maaf.
"Rakyat Indonesia akan menyambut baik permintaan maaf tersebut. Apa yang terjadi di masa lampau tak perlu berlarut hingga merusak masa depan. Masa lalu kita jadikan pelajaran, agar kedepannya tidak ada lagi tindakan sewenang-wenang yang menafikan kemerdekaan sebuah bangsa dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," tutur Bamsoet.
Bamsoet juga mengapresiasi, langkah pemerintah Belanda yang mengembalikan berbagai benda budaya Indonesia yang sebelumnya disimpan di berbagai museum Belanda. Setelah pada November 2019 mulai mengembalikan sekitar 1.500 artefak Indonesia, yang terbaru Pemerintah Belanda juga mengembalikan Keris Kiai Naga Siluman yang digunakan Pangeran Diponegoro.
"Ini menunjukan permintaan maaf yang disampaikan Raja Belanda Willem Alexander bukan sekadar ucapan lisan saja. Melainkan juga dibuktikan dengan perbuatan," katanya.
Bamsoet berharap, langkah baik dari Belanda tersebut harus sambut dengan tangan terbuka. Ini menjadi modal besar bagi Belanda dan Indonesia untuk semakin meningkatkan hubungan baik di berbagai bidang.
"Tak hanya sosial, ekonomi, politik, dan budaya, melainkan juga hubungan humanisme dan promosi dunia yang lebih aman dan damai," tandas Bamsoet.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
Panser Biru Tanggapi Sanksi PSIS dan Larangan 6 Kali Away Usai Kericuhan di Ciamis
Ganggu Lingkungan Pemkot Surabaya Segel Usaha Potong Ayam di Tengah Kampung Bratang Gede
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Prediksi Skor Flamengo vs Estudiantes: Misi Tuan Rumah Amankan Tiket Final Copa Libertadores 2026
Prediksi Skor PSBS Biak vs Barito Putera: Laskar Antasari Berpeluang Menang Telak
Prediksi Skor Alaves vs Malaga: Tuan Rumah Berpeluang Menang Satu Gol
Profil Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Kritik Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022