
Anggota MPR Bambang Soesatyo berpidato usai pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024 di ruang rapat Paripurna MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Sidang Paripurna tersebut menetapkan Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR periode 201
JawaPos.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengatakan, mayoritas masyarakat tetap memilih pemilihan presiden dilakukan secara langsung. Meskipun beredar isu bahwa bakal ada perubahan pemilu melalui amandemen UUD NRI 1945.
"Saya pribadi selama dua setengah bulan menjadi pimpinan MPR melihat bahwa mayoritas wacana yang berkembang adalah tetap dilakukan secara langsung dan dua periode," kata politikus Golkar yang biasa disapa Bamsoet itu, Kamis (19/12).
Kendati demikian, lanjut Bamsoet, untuk pemilihan pemilihan gubernur, bupati dan wali kota, bisa dikembalikan lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
"Namun, itu semua masih dalam perdebatan," tegasnya.
Bamsoet juga menegaskan, biarkan saja perdebatan itu bergulir sebagaimana mestinya. Karena nanti tinggal dilihat saja ke mana arah aspirasi masyarakat apakah ingin pilkada langsung atau tidak.
“Berikan sebesar-besarnya pada kewenangan masyarakat melalui partai-partai politik, karena kalau bicara soal pilkada itu kan nanti domainnya adalah DPR melalui UU Pemilu," paparnya.
Lebih lanjut, Bamsoet juga menuturkan, ada pula aspirasi masa jabatan presiden satu periode tetapi selama delapan tahun. “Pemikiran itu bukan dari kami, tetapi dari masyarakat. Ini aspirasi yang harus diterima, tidak boleh dibunuh," ujarnya.
"Biarkan saja itu berkembang. Siapa tahu, kata dia, orang-orang yang menghendaki masa jabatan tiga periode ini cinta sekali sama Pak Jokowi," ujar mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu.
Tidak hanya itu, Bamsoet juga mengaku, aspirasi rakyat yang belum diperolehnya adalah soal gagasan dan ide presiden siang dan presiden malam.
"Soal itu malah belum ada dan saya menunggu. Kami tampung juga dan tidak boleh dibunuh, tidak boleh ditolak juga. Kami harus terima," pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
