
Sekjen PPP Arsul Sani saat menyantuni anak yatim pada acara syukuran PPP. (Istimewa)
JawaPos.com - Partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mulai melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan jatah menteri. Bahkan, sudah ada yang menyiapkan nama-nama calon yang akan diajukan ke presiden. Rencananya, Jokowi akan membahas pengisian Kabinet Kerja jilid II dengan para ketua umum parpol.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan salah satu parpol anggota KIK yang merasa punya hak mengajukan kadernya sebagai menteri. Mereka merasa punya peran penting mengantarkan Jokowi memenangi Pemilu 2019. Tak peduli meski perolehan suara mereka dalam pemilu legislatif hanya 4,52 persen.
Sekjen PPP Asrul Sani bahkan berharap ada tambahan jatah menteri bagi PPP pada periode kedua kepemimpinan Jokowi. "PPP ingin portofolionya (menteri) bertambah di pemerintahan mendatang. Kalau posisi menterinya, terserah Pak Presiden nanti. Itu kan hak prerogatif presiden,'' ucapnya.
Anggota Komisi III DPR itu mengungkapkan, pada Pemilu 2014, PPP tidak ikut dalam pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla, tapi bisa mendapatkan jatah menteri meski hanya satu, yakni menteri agama. Pada Pemilu 2019, PPP ikut berjuang memenangkan Jokowi-Ma'ruf bersama-sama partai koalisi. "Bahkan PPP masuk sebagai partai yang pertama-tama mendeklarasikan dukungan kepada Pak Jokowi, lebih dulu daripada PKB," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi mengatakan, sampai sekarang belum ada partai koalisi yang secara resmi mengajukan nama calon menteri ke Jokowi. Beberapa partai memang sudah meminta jatah, tapi belum menyerahkan nama secara resmi.
Namun, Arwani yakin seluruh parpol anggota KIK sudah menyiapkan nama-nama calon menteri. Soal calon menteri dari PPP, dia enggan membukanya ke publik. ''Nanti semua kembali ke Presiden Jokowi,'' ungkap legislator asal Jawa Tengah tersebut.
Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar juga menyampaikan permintaan jatah menteri. Bahkan, dia terang-terangan meminta 10 menteri untuk kader PKB. Partainya mempunyai kebebasan untuk mengajukan permintaan.
Politikus yang biasa disapa Cak Imin itu menegaskan bahwa pernyataannya tersebut merupakan sebuah doa sehingga tak boleh dilarang. "Namanya juga doa, masak nggak boleh. Doanya sepuluh kemudian dapat sembilan, Ya alhamdulillah,'' tuturnya.
Golkar yang menjadi bagian dari KIK juga mengajukan sedikitnya lima kandidat menteri. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyatakan, sebagai partai pemenang kedua pemilu legislatif dengan perolehan kursi di bawah PDI Perjungan, wajar partainya mengajukan lima menteri. "Tidak perlu 10 kursi seperti PKB lah," ujar mantan ketua DPR tersebut. Dua dari enam nama yang diajukan adalah Airlangga Hartarto dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
