
Capres Prabowo Subianto, berposes bersama pendukungnya
JawaPos.com - Provinsi Kalimantan Barat dengan ibukota Pontianak yang berbatasan dengan negara jiran, Malaysia, menyimpan potensi yang perlu dikembangkan, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah ini bisa menjadi bagian besar dari fondasi menuju Indonesia maju. Beragam kekayaan yang dimiliki Pontianak, seperti usaha kuliner, tanaman holtikultura, dan juga padi membuat Pontianak layak maju seperti kota-kota lainnya di Indonesia.
Penegasan itu disampaikan capres Joko Widodo saat melakukan kampanye terbuka di hari keempat, Rabu (27/3) di Kubu Resort, Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam kegiatan menyambangi para pendukung yang multi etnis dan mencapai ribuan orang itu, Jokowi setia didampingi istrinya, Iriana, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir, dan Ketau Partau Hanura, Osman Sapta Odang.
“Alhamdulillah, konsep pembangunan dari pinggir yang diterapkan di Pontianak sudah membuahkan hasil. Provinsi ini bisa mengembangkan potensi tanaman holtikultura, usaha kuliner, dan sudah siap menjadi lumbung padi nasional. Semua itu, berkat infrastruktur yang sudah dibangun dalam lima tahun terakhir di sini. Tolong jaga ini dengan terus membina persatuan dan kerukunan karena di sini berkumpulnya banyak suku,” ucap Jokowi di depan para pendukung yang menggambarkan kebhinekaan karena berbagai suku hidup rukun di sini.
Di provinsi yang dihuni beragam suku asal Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, Madura, dan Bugis itu telah dibangun Pos Lintas Batas Nasional (PLBN) yang layak bersanding dengan pos lintas milik Serawak, Malaysia. PLBN di Entikong, Badau, dan Aruk kini memiliki jalan yang lebar dan beraspal mulus.
“Pengembangan Bandara Supadio, lalu pembangunan Pelabuhan Kijing, jembatan gandeng di Landak, serta jembaran di Sungai Sambas Besar dilakukan untuk mendukung peningkatan potensi yang dimiliki Pontianak. Pemerintah akan melakukan kajian untuk membangun Tol Pontianak-Singkawang. Saya sudah 10 kali ke Pontianak, dan sekarang saya tanya, apakah jalan di Entikong, Badau, dan Aruk sudah bagus?,” lanjut Jokowi, yang langsung dijawab, "bagus," oleh para pendukung.
Atas dasar itulah, Jokowi meminta kepada masyarakat Pontianak untuk memilih pemimpin yang punya pengalaman demi memajukan daerahnya. “Saya sudah membuktikan melalui rekam jejak, kejujuran, dan prestasi. Pengalaman menjadi wali kota, gubernur, dan presiden menjadi modal saya untuk kembali memimpin. Selain itu, saya meminta agar masyarakat Kalimantan Barat untuk ikut memerangi hoaks dan berita buruk,” tegas Jokowi berapi-api yang langsung disambut tepukan meriah.
Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali mengulang himbauan agar warga Pontianak waspada dengan berita hoaks, bohong, dan fitnah yang beredar. Terlebih berita buruk tentang dirinya dan cawapres, Ma’ruf Amin tentang isu-isu PKI, pelarangan adzan, hingga pernikahan sesama jenis.
“Kita harus lawan berita bohong dan fitnah itu. Kita harus meresponnya, Termasuk pada tanggal 17 April nanti, dengan cara datang berbondong-bondong ke TPS. Ajak saudara, sahabat, dan keluarga dengan mengenakan baju putih untuk menusuk nomor 01 yang berbaju putih. Ingat hari Rabu pilih baju putih karena putih adalah kita,” tutup Jokowi di kampanye yang berlangsung selama dua jam tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
