Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Januari 2019 | 20.30 WIB

Cerita Azwar Anas Soal Kesederhanaan Keluarga Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo dan keluarganya, saat berlibur ke kebun binatan Ragunan, Jaksel. - Image

Presiden Joko Widodo dan keluarganya, saat berlibur ke kebun binatan Ragunan, Jaksel.


JawaPos.com - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menceritakan tentang keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sangat sederhana. Kesederhanaan ini tidak berbeda jauh dari Presiden Jokowi ini sendiri. Karena saat putra keempat ketiga Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Gunung Ijen di Banyuwangi sangatlah sederhana, dan tidak menampilkan Kaesang adalah putra kepala negara.


‎"Putra Pak Jokowi dua kali Banyuwangi, tapi enggak merepotkan, bahkan saya ajak mampir ke pendopo tidak mau," ujar Azwar Anas di Banyuwangi, Senin (28/1).


Bahkan saat berkunjung ke Banyuwangi, mobil yang dinaiki kaesang bukanlah mobil mewah. Kaesang lebih memilih menginap di tempat kawannya. Ketimbang di hotel.


"Putra pak presiden bahkan cuma naik Innova, bahkan di sini tidak mau diinapkan di hotel, dia cuma bermalam di tempat teman kuliahnya. Paspampres tidak boleh tapi hanya dari kejauhan bahkan diantar ke pendopo juga tidak mau," katanya.


‎Oleh sebab itu begitu kagumnya Azwar Anas kepada putra Presiden Jokowi ini. Karena tidak ingin memanfaatkan jabatan sang ayah sebagai kepala negara.


"Beliau sudah berkuasa tapi tidak mau merepotkan infrastruktur kekuasaan satu keluarga," ungkapnya.


Anas melanjutkan, hari ini Ibu Negara Iriana Jokowi juga berkunjung ke Banyuwangi. Kesederhanaanya juga tidak berbeda jauh. Karena tidak ingin menggunakan fasilitas pemerintahan daerah dalam melakukan kampanye anti-narkoba.


"Termasuk hari ini ada Ibu Jokowi, barusan kami menyambut di bandara. Beliau tidak mau diagendakan di pendopo. Beliau tidak mau menggunakan fasilitas Pemda. Itu karena beliau ingin bertemu rakyat langsung," katanya.


"Bahkan Pak Sekjen ketika beliau hari ini akan menggelar kampanye anti-narkoba. Kami diberi catatan oleh beliau tidak boleh mengerahkan anak SMA, karena anak SMA sudah punya hak pilih. Maka beliau hanya minta anak SD dan SMP," ungkapnya.


Anas mengatakan kesederhanaan ini bukanlah isapan jempol. Misalnya Gibran Rakabuming Raka yang memilih menjadi penjual martabak 'Markobar'. ‎ Padahal dia adalah anak dari seorang kepala negara.


"Putra beliau (Gibran) jualan martabak, jualan pisang goreng. Mana ada putra presiden jualan martabak?. Ini putra presiden yang sedang berkuasa. Mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk meminta apapun. Tapi beliau memilih menjual martabak, jual gorengan," tuturnya.


Oleh sebab itu, dia mengaku keluarga Presiden Jokowi adalah simbol kesederhanaan. Mereka tidak memanfaatkan sang ayah yang notabenenya seorang kepala negara.


"Ini adalah contoh teladan yang belum pernah ada di kita sejak Indonesia merdeka. Ini adalah bukan kisah tapi sesuatu yang nyata di depan kita," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore