
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma
JawaPos.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi hari ini, Jumat (25/1) melaporkan tabloid Indonesia Barokah ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Mereka menganggap tabloid ini berisikan materi kampanye hitam karena tendensius dan tidak sesuai fakta.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan, itu hak BPN untuk melaporkannya. Bahkan mantan sekjen PKB itu mengaku tidak mengerti siapa yang menyebar tabloid itu.
Karding sendiri mengaku, sudah membaca tabloid Barokah tersebut. Menurut pandangannya, tidak ada yang salah tabloid itu. Konten yang dimuatnya dianggap berbasis fakta sesuai dengan realita.
"Setelah kami baca isinya sebenernya semua yang disampaikan (tabloid Barokah, Red) itu fakta," ujar Karding di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).
Oleh sebab itu, Karding menilai tabloid Barokah itu bagian dari kampanye negatif yang diperbolehkan secara Undang-undang. Namun, apabila kubu Prabowo merasa terpojokan itu bukan menjadi hal penting bagi TKN.
"Itu salahnya teman-teman (BPN, Red) sendiri tersudutkan, karena kan faktanya memang sebagaian besar dan hampir seluruhnya nyata kok," tegasnya.
Meski demikian, Karding menilai, adanya tabloid Barokah tidak memberikan keuntungan bagi kubu petahana. Mengingat bukan mereka yang mengendalikan peredarannya.
"Karena itu di luar kontrol, di luar kendali kita, oleh karena itu kami merasa tidak diuntungkan juga tidak dirugikan," tukas Karding.
Sementara itu, Mardani Ali Sera selaku Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai, ada motif lain dari penyebaran tabloid tersebut.
Dia menilai, penyebaran ribuan eksemplar tabloid yang khususnya berada di Jawa Barat bertujuan untuk mendegradasi suara yang menjadi kekuatan Prabowo-Sandi. Meski sebetulnya, beredarnya tabloid itu tidak hanya di wilayah Jawa Barat saja.
"Kalau buat kami, sebetulnya ini juga tanda bahwa Jawa Barat ini kan basis kuat Pak Prabowo sehingga kita berharap penegak hukum betul-betul bekerja dengan adil," kata Mardani di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Jumat (25/1).
Beredarnya tabloid yang belum diketahui ihwal letak alamat kantornya itu dinilai sebagai fitnah. Bahkan menurut Mardani, produk jurnalistik itu bisa dibilang sebagai kampanye hitam.
"Kita bisa bukan hanya melaporkan ke Bawaslu tetapi juga penegak hukum. Dari situ kita harapkan terjadi penegakan hukum yang efektif kepada penyebar berita atau tabloid ini," tuturnya.
Ketika disinggung apakah ada kesamaan antara tabloid Indonesia Barokah dengan Obor Rakyat, Mardani memilih enggan berpolemik. Dia meyakini, masyarakat Indonesia telah cerdas dan tidak termakan isu tersebut.
"Berita-berita seperti ini tidak mempan Insya Allah. Masyarakat sudah punya akses kepada berita dan informasi yang luar biasa. Tetap tenang, tetap fokus dan bekerja karena waktu tinggal 82 hari lagi," pungkasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
