
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (2/1).
JawaPos.com - Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengaku pernah menghubungi pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo untuk memenuhi permintaan uang yang diajukan Eni Maulani Saragih. Pesan tersebut diakui Idrus terkait peminjaman uang Eni kepada Kotjo.
"Eni ini adik saya. Jika ada masalah, beliau sering menghubungi saya. Termasuk waktu itu meminta saya untuk membantunya menghubungi Pak Kotjo terkait permintaan untuk meminjam uang," kata Idrus saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (2/1).
Idrus menjelaskan, pengiriman pesan tersebut dilakukan lantaran Eni sudah berulang kali menghubungi Kotjo. Sehingga dia memutuskan untuk menghubungi Kotjo melalui pesan singkat WhatsApp.
"Maaf Bang, dinda butuh bantuan dana kemenangan. Sangat berharga, sangat berharga bantuan Bang Kotjo, Tks sebelumnya," pesan Idrus ke Johannes Kotjo yang ditampilkan jaksa dalam persidangan.
Idrus menambahkan, pinjaman uang oleh Eni tersebut sudah dia ketahui sebelumnya. Waktu itu Idrus beserta Eni melakukan pertemuan di kantor Kotjo.
"Waktu itu Ibu Eni pernah menyampaikan pinjaman uang ke Pak Kotjo. Yang saya tahu waktu itu memang pinjaman uang itu untuk keperluan pencalonan suami Bu Eni," ujarnya.
Kendati demikian, mantan Sekjen Golkar itu mengaku tidak mengetahui bahwa setelah pesan singkat dia ke Kotjo, Eni menerima uang senilai Rp 500 juta.
Berdasarkan surat dakwaan Eni Saragih, KPK menduga sejumlah permintaan Eni ke Kotjo untuk kepentingan pencolanan suaminya Muhammad Al Khadziq sebagai calon Bupati Tumenggung.
Dalam perkara ini, KPK mendakwa Eni menerima suap Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Suap itu diberikan untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1.
Selain itu, Eni juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu dari sejumlah direktur perusahaan di bidang minyak dan gas. Setidaknya ada tiga pengusaha yang memberikan uang kepada Eni.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
