
Ilustrasi beristri dua/Dok. Jawa Pos Radar Malang
JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara terkait pernyataan komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Imam Nahe'i yang menyebut poligami bukan ajaran Islam. Pasalnya Islam telah mengatur poligami.
"Islam datang dan mengatur poligami yang telah ada jauh sebelum kehadiran Islam," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi saat dikonfirmasi, Minggu (16/12).
Masduki menuturkan, pernyataan komisioner Komnas Perempuan tersebut bisa menimbulkan kontroversi atau kesalahpahaman. Karena dalam ajaran Islam juga diatur bagaimana pemeluk ajarannya melakukan poligami.
"Oleh ajaran Islam kemudian diatur, dibatasi," ungkapnya.
Tujuan dari Islam mengatur poligami agar ada hikmah dari peraturannya. Hikmah tersebut adalah agar laki-laki yang menikah lebih dari satu dapat serius memperhatikan istri-istrinya. Maka substansi dari perhatiannya adalah berbuat adil.
"Jadi, kalau dikatakan itu bukan ajaran Islam ya tidak seluruhnya benar, karena itu sudah diadopsi menjadi bagian ajaran Islam," tegasnya.
Sebelum Islam hadir ke dunia, kata Masduki, orang dapat berpoligami dengan bebas. Akibatnya terjadi pengabaian, yang membuat para istri atau perempuan tidak dihargai khususnya di zaman jahiliyah dan Romawi.
"Bahkan perempuan itu di zaman Romawi, di zaman sebelum Islam itu, perempuan seperti benda, bukan manusia. Jadi, sebenarnya Islam itu mentransformasikan kemanusiaan dalam hal ini perempuan, lalu dibatasi oleh (ajaran) boleh kawin hanya sebatas empat kali. Itu adalah bentuk transformasi besar-besaran secara kemanusiaan dan ajaran Islam tentang perempuan," tukas Masduki.
Sebelumnya, komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe'i menyambut positif sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang melarang kadernya untuk melakukan poligami. Dia menilai, pihaknya selalu mencatat kekerasan terhadap perempuan setiap tahun. Bahkan poligami atau nikah siri tidak tercatat secara resmi dan rawan terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga.
Imam mengatakan di Indonesia sudah ada Undang-Undang yang mengatur tentang poligami dan persyaratannya rumit sehingga mempersulit orang untuk poligami. Poligami sendiri menurut Imam bukan ajaran Islam.
"Saya berkeyakinan poligami bukan ajaran Islam. Jauh sebelum Islam datang itu praktik poligami sudah dilakukan. Artinya dengan menyebut poligami ajaran Islam itu keliru. Kemudian Islam datang dan ada ayat poligami itu dalam konteks apa, memerintahkan atau mengatur," ujar Imam di Jakarta Selatan, Sabtu (15/12).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
