
Hingga kini, baik Prabowo maupun Jokowi tak kunjung menentukan siapa cawapresnya. Tarik menarik antar parpol diyakini menjadi alasannya. Mereka ngotot menyodorkan nama-nama kader potensialnya untuk mendampingi Jokowi maupun Prabowo.
JawaPos.com - Meski pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden telah memasuki hari kedua, namun belum ada satupun kandidat yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Partai politik (parpol) pun diketahui terus melakukan manuver baik formal maupun informal.
Peta politik di pilpres bisa jadi memang sudah semakin jelas. Kontestasi lima tahunan itu diprediksi akan menghadirkan kembali rematch antara sang petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Bedanya, Jokowi kali ini membawa gerbong koalisi yang lebih besar daripada pilpres 2014 lalu. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu disokong dukungan enam parpol parlemen, yakni PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, Hanura, PPP, dan PKB. Selain itu juga didukung tiga parpol nonparlemen, yakni PKPI, PSI, dan Perindo.
Sebaliknya, Prabowo kali ini tengah terus berupaya membentuk koalisi dari parpol yang belum menentukan pilihan di pilpres. Parpol yang tengah melakukan komunikasi intensif adalah Partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN. Sedangkan parpol nonparlemen adalah partai Berkarya dan PBB.
Namun, bayangan peta politik nasional itu dinilai masih sangat mungkin berubah. Bukan tanpa alasan, persoalan cawapres yang masih terus tarik-menarik, baik di kubu Jokowi maupun Prabowo, akan menjadi momok pecahnya kongsi. Perubahan peta politik itu juga sekaligus membuka peluang kembali terbentuknya poros ketiga.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut, peta politik sampai akhir pendaftaran capres dan cawapres masih sangat dinamis. Ia menilai tarik-menarik soal cawapres dapat menjadi pemicu pecahnya kongsi koalisi yang telah dibangun.
"Baik di kubu Jokowi maupun Prabowo masing galau menentukan posisi cawapres. Bahkan ada partai yang mematok harga mati posisi cawapres. Kondisi dinamis ini bisa memungkinkan terjadinya pecah kongsi," kata Adi kepada JawaPos.com, Minggu (5/8).
Adi pun mencontohkan koalisi yang berada di koalisi Jokowi. PKB dinilai menjadi parpol yang paling mungkin untuk tarik dukungan dari mantan Wali Kota Surakarta itu. Di kubu Prabowo, PKS dan PAN diprediksi juga akan hengkang dalam koalisi mantan Danjen Kopassus itu.
"PKB sangat terbuka untuk lompat pagar karena Cak Imin ngotot dengan opsi cawapres. Sementara di kubu Prabowo PKS dan PAN masih belum menentukan sikap apa pun ke Prabowo. Bahkan PKS ekstrem mengintimidasi Gerindra andai cawapres bukan dari mereka," ungkapnya.
Ketiga parpol inilah yang dinilai akan menjadi kunci perubahan konstelasi politik nasional. Bahkan, kata dia, ketiga parpol yang berbasis massa Islam ini bisa membuat poros parpol Islam di luar kubu Prabowo dan Jokowi.
"Koalisi parpol Islam yakni PKB, PKS, dan PAN. Sebuah poros di luar Jokowi dan Prabowo. Tentu menarik poros ini karena menyatukan kekuatan NU, Muhammadiyah, dan basis PKS yang irisan keislamannya kerap berbeda," sambungnya.
Opsi Poros Ketiga
Dikonfirmasi oleh JawaPos.com, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo mengaku, partainya belum membahas wacana pembentukan poros ketiga pada Pilpres 2019 mendatang.
"PAN belum berpikir ke arah poros ketiga," ungkapnya.
Dia pun menampik bahwa persoalan tarik-menarik cawapres menjadi penyebab partainya masih enggan memberikan tiket rekomendasi kepada Prabowo. Hanya saja, ia mengharapkan cawapres yang diusung nantinya sesuai dengan kriteria yang dinginkan PAN.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
