
Totok Suprayitno mengatakan, meski disebut-sebut jadi biang jebloknya nilai, Kemendikbud tidak akan menghapus soal HOTS.
JawaPos.com - Penurunan hasil ujian nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama dan sederajat (UN SMP/Sederajat) 2018 menjadi evaluasi banyak pihak. Ditengarai, penurunan nilai UN SMP disebabkan soal yang membutuhkan penalaran tinggi atau higher order thinking skills (HOTS).
Diketahui, soal dengan tipe HOTS memang baru pertama kali diujikan oleh para peserta UNBK di tahun ini. Soal yang melatih kualitas nalar dan logika berpikir ini pun kerap dikeluhkan para siswa. Kemendikbud mengklaim, masuknya soal HOTS merupakan upaya untuk menaikan standar pendidikan Indonesia.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Totok Suprayitno mengatakan, meski disebut-sebut jadi biang jebloknya nilai, Kemendikbud tidak akan menghapus soal HOTS. Totok berharap agar para siswa membiasakan diri dengan soal tipe HOTS.
"Karena HOTS ini untuk membiasakan anak bernalar. Kalau anak sekarang belajar tidak menguasai HOTS dan sekolah enggak mengembangkan daya nalar itu salah arah," kata Totok di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (28/5).
Menurutnya, saat ini banyak siswa yang kesulitan memahami soal dengan kalimat yang membutuhkan interpretasi. "Memahami kalimat sulit, memaknai kalimat sulit, menggunakan informasi sulit, hidup kan enggak menggunakan rumus tiap hari," katanya.
"Tapi menggunakan informasi, mencernanya, menggunakannya untuk memecahkan persoalan bermodalkan konsep-konsep ilmu yang dimiliki HOTS," lanjutnya.
Atas dasar itu, Totok pun menyarankan kepada sekolah untuk terus melatih para siswanya dalam kemampuan bernalar. Sehingga, ke depannya dirinya optimistis soal seperti ini akan jauh lebih mudah dikerjakan.
"Mungkin belum terlatih. makanya harus dilatih sekolah itu bernalar jangan menghafal saja harus daya nalar," tuturnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan, Kemendikbud akan berkoordinasi dengan para guru untuk mengadakan pelatihan penerapan HOTS.
"Guru-gurunya kami lakukan pelatihan-pelatihan juga untuk pembelajaran HOTS. Sekarang pelatihan kurikulum yang di lapangan itu sudah ada modul pembelajaran dan penilaian HOTS," ucap Hamid.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
