
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Isyarat Demokrat untuk mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 semakin menguat. Dalam Rakernas Demokrat yang digelar Sabtu (10/3) di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor.
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengisyaratkan dukungan kepada Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.
Dalam Rakernas Partai Demokrat Sabtu kemarin, SBY dalam pidatonya siap mendukung eks Wali Kota Solo itu untuk kembali bertarung merebu RI-1.
Sekalipun demikian, sikap 'mesra' SBY-Jokowi dinilai hanya bagian dari kesopanan atau etika politik saja.
Hal tersebut diungkapkan Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.
"Jokowi dan SBY sedang mempertontonkan kesopanan politik saja, artinya apa misalnya waktu Jokowi ajak AHY pukul gong, itu juga kesopanan politik, karena AHY antar undangan ke Istana," kata Hendri saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (11/3).
Tak hanya itu, Hendri menyebut ketika SBY memuji Jokowi akan mendukungnya dalam Pilpres 2019, itu hanya etika politik.
Maka sebelum adanya pembuktian deklarasi dukungan hal itu hanya sebatas kesopanan politik.
"Demokrat masih mengupayakan untuk memang mendorong sendiri dan tidak tergabung dengan Jokowi, memang walaupun kemungkinan itu ada," ujar Hendri.
Hendri menduga, partai berlambang bintang mersi itu tidak hanya mengusung satu nama dalam Pilpres 2019, tapi juga terdapat beberapa kader yang dianggap kompeten dalam urusan kenegaraan.
"Partai Demokrat bukan hanya AHY, menurut saya ada yang lebih berpotensi yakni Tuan Guru Bajang (TGB), mungkin kalau disodorkan TGB Jokowi siap juga berkoalisi dengan Demokrat," pungkasnya.
Sebelumnya, SBY pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3) kemarin, membawa kejutan politik.
Dalam sambutannya, SBY memberikan sinyal dukungan kepada Presiden Joko Widodo. "Jika Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, menakdirkan, sangat bisa Partai Demokrat berjuang bersama Bapak," tutur SBY
Presiden ke-6 Republik Indonesia itu kemudian menyampaikan pengalamannya dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 dan 2009 lalu.
SBY menuturkan koalisi dalam pemenangan pilpres bisa berjalan secara baik jika memiliki kerangka kebersamaan yang tepat.
"Tentu Bapak (Jokowi) memahami, perjuangan bersama apapun namanya, koalisi atau aliansi, akan berhasil jika kerangka kebersamaannya tepat," pungkasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
