
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika Lanud Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Berdasar hasil survei Alvara Research Center, Jokowi disebutkan sebagai capres yang mempunyai popularitas paling tinggi. Founder dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, popularitas Jokowi mencapai 98,0 persen dengan top of mind 56,4 persen.
Popularitas Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan persentase 94,8 persen dan top of mind 29,9 persen. Kemudian disusul Jusuf Kalla (JK) dengan 73,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 71,9 persen, dan Anies Baswedan 64,9 persen.
"Survei itu berdasar wawancara tatap muka dengan 2.203 responden terpilih," ujarnya saat mempresentasikan hasil survei lembaganya di Hotel Oria, Jalan KH Wahid Hasyim, kemarin.
Hasanuddin mengatakan, jika pilpres dilaksanakan hari ini, Jokowi akan meraih suara terbanyak. Menurut dia, elektabilitas Jokowi mencapai 46,1 persen, disusul Prabowo 26,5 persen, AHY 2,2 persen, dan Gatot Nurmantyo 1,4 persen. Yang belum memutuskan pilihan 15,9 persen.
Alvara juga melakukan survei cawapres yang akan mendampingi Jokowi. AHY menempati urutan pertama sebagai cawapres potensial dengan angka 17,2 persen. Disusul Gatot 15,2 persen, JK 13,1 persen, Anies 9,3 persen, dan Muhaimin Iskandar 8,9 persen.
AHY juga paling dianggap sebagai tokoh muda yang layak menjadi cawapres dengan perolehan 25,7 persen, disusul Ridwan Kamil 15 persen, Anies 15, dan Muhaimin 14,2 persen.
Alvara juga menyampaikan hasil riset terkait kombinasi latar belakang capres dan cawapres yang diharapkan publik. Kombinasi paling banyak disetujui pemilih adalah sipil-militer dengan angka 93,2 persen, nasionalis-Islam 89,9 persen, dan usia tua-muda 84 persen. Hasil simulasi dengan tiga pasangan kandidat capres-cawapres menunjukkan bahwa Jokowi selalu unggul, baik saat berpasangan dengan Muhaimin, AHY, maupun Gatot.
Hasanuddin menambahkan, survei lembaganya menggunakan pendekatan riset kuantitatif. Wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Survei dilaksanakan mulai 17 Januari hingga 7 Februari 2018. Metode sampling yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel diambil di seluruh provinsi di Indonesia.
Sebelumnya beberapa lembaga survei juga melakukan riset. Salah satunya Poltracking. Lembaga itu menyebutkan, elektabilitas Jokowi sebesar 57,6 persen, Prabowo 33,7 persen, dan 8,7 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022