
Diskusi Panel Memperkokoh Solidaritas Untuk Mencari Solusi Guna Penyelamatan Partai Golkar, di Yogyakarta, Minggu (26/11).
JawaPos.com - Momentum Partai Golkar untuk melakukan tobat nasional. Menyampaikan permintaan maaf ke publik dan berupaya segera mentransformasi kepemimpinannya di tingkat nasional maupun daerah.
Hal tersebut dikatakan oleh Mada Sukmajati, Dosen Jurusan Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dalam Diskusi Panel Memperkokoh Solidaritas Untuk Mencari Solusi Guna Penyelamatan Partai Golkar, di Yogyakarta, Minggu (26/11). "Kalau perlu melakukan tobat secara nasional. Menyampaikan permintaan maaf ke publik dan sekaligus melakukan transformasi," kata Mada Sukmajati kepada JawaPos.com.
Akhir-akhir ini partai berlambang pohon beringin tersebut memang sudah tergoyang karena adanya kasus korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menyeret ketua umum partai, Setya Novanto (Setnov).
Menurut Mada, kasus ini menimbulkan banyak kegelisahan dan ketidakpuasan. Tidak perlu dikampanyekan, orang sekarang sudah apatis terhadap Partai Golkar. Terlebih Setnov mengambil langkah yang blunder.
Yaitu melakukan pelaporan terhadap para pembuat meme Setnov yang menurutnya mereka itu dari kalangan kaum muda. Memiliki kekuatan di jaringan sosial dengan jumlah dan daya yang luar biasa. "Blundernya Pak Setnov itu citra ke kaum muda. Mereka jumlah dan daya yang luar biasa dalam membangun citra sosial dan publik. Kekuatan jaringan sosial itu sangat kuat," katanya.
Dari permasalahan yang dihadapi ini, menurut Mada, bisa dijadikan momentum sehingga tidak banyak berdampak pada negatifnya. Memperkokoh dimensi kelembagaannya dengan transformasi kepemimpinan. "Golkar perlu belajar di masa lalu. Mentransformasi tak hanya regenerasi. Memiliki visi, cara berpikir, dan mengelola partai," ujarnya.
Salah satu kandidat kuat, yang diketahuinya adalah Airlangga Hartarto. Namun, penyebutan nama itu menurutnya nanti ketika pada forum partai. "Selain nama, harus ada kompetensi kepemimpinan," ujarnya.
Pemilu serentak 2019 masih agak lama. Menyongsong Pilkada 2018 pun menurutnya belum terlambat, dalam melakukan perbaikan di tubuh Golkar. "Asal prosesnya ditindaklanjuti, transformasi Golkar akhir tahun bisa selesai. Terlalu kecil Pak Setnov dengan Golkar," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
