
Pertemuan Jokowi dan SBY
JawaPos.com - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menimbulkan sejumlah persepsi. Misalnya, ada anggapan bahwa SBY memiliki tujuan tertentu dengan kunjungannya itu.
Dikatakan Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago, semua itu berkaitan dengan SBY dan Partai Demokrat. SBY dinilai memiliki misi untuk mengamankan posisinya yang kian terdesak. Khususnya, berkaitan dengan kasus hukum di era pemerintahan Presiden RI ke-6 itu.
"Sehingga bertemu Presiden Jokowi untuk menyelamatkan rezim SBY dan Partai Demokrat yang kian hari makin banyak aroma menyengat terkuak ke permukaan. Kasus-kasus hukum di era rezim sepuluh tahun SBY pernah berkuasa," ujar Pangi kepada JawaPos.com, Minggu (12/3).
Adapun yang terbaru yakni, terkuaknya kasus korupsi e-KTP yang melibatkan ada beberapa kader Partai Demokrat. Serta manuver politik SBY yang diduga mengkriminalisasi Antasari Azhar.
Serangan dan tuduhan demi tuduhan terhadap SBY sebagai dalang dan otak dari kriminalisasi Antasari, kian membuat ruang gerak SBY semakin terdesak. Bisa jadi, lanjut Pangi, dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan politik besar untuk mengamankan kasus yang menimpa SBY, sepanjang Demokrat tidak merecoki dan mengganggu pemerintahan.
"Selama ini yang terkesan dan sering membuat ruang panggung opini publik menjadi sesak dan memantik kebisingan politik, adalah SBY dan Partai Demokrat," sebutnya.
Ya, selain persoalan hukum, pertemuan itu pastinya kental dengan aroma politik. Publik mungkin menilai pertemuan itu akan menguntungkan Presiden Jokowi, sebab selama ini Partai Demokrat adalah partai yang kerap dianggap mengganggu jalannya pemerintah.
"Kini Demokrat akan berbeda setelah SBY bertemu Presiden Jokowi. Namun seperti lazimnya sebuah pertemuan politik, akan selalu berbicara apa, dan siapa mendapat apa, serta bagaimana," tuturnya.
Menurutnya, SBY ingin membawa seolah-olah Partai Demokrat ingin membantu suksesi pemerintahan presiden Jokowi, terkesan ingin masuk ke lingkaran partai pemerintah. Meskipun SBY selalu mengatakan bahwa Partai Demokrat akan selalu berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang.
"SBY mungkin memberi sinyal ingin mengamankan posisi Partai Demokrat. Terutama setelah kalahnya putra mahkota SBY yaitu Agus Yudhoyono dalam Pilkada DKI Jakarta putaran pertama," pungkas Pangi.(dna/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
