
Nico Harjanto
JawaPos.com - Pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said soal politikus mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada PT Freeport menjadi kegaduhan baru dalam dunia politik.
Pengamat Politik Populi Center Nico Harjanto mengatakan, pernyataan Sudirman Said memang sudah menjadi polemik di masyarakat. Guna menyelesaikan masalah tersebut, pihaknya meminta agar Sudirman menindaklanjuti pernyataannya itu.
"Jika ada data atau bukti yang membenarkan ada politikus menyatut nama presiden dan wapresnya maka jauh lebih elok untuk ditindaklanjuti," ujarnya di Jakarta, Sabtu (14/11).
Dia menambahkan, jika pelanggarannya berkaitan dengan masalah etika dapat diselesaikan melalui jalur Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). "Sedangkan, jika berpotensi pada pelanggaran hukum maka diselesaikan melalui penegakan hukum," ucapnya.
Nico juga menuturkan, saat ini sudah bukan jamannya mencatut nama orang lain demi kelancaran proses transaksi atas kepentingan pribadi. "Catut nama orang lain dalam negosiasi itu pola lama. Saat ini sudah bukan eranya," katanya.
Dia pun meminta, politikus yang diduga mencatut nama Jokowi dan JK untuk bertanggung jawab atas prilakunya. "Sebab, tidak dibenarkan memanfaatkan jabatan dan posisi untuk kepentingannya sendiri," pungkasnya. (rka/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
