
Terdakwa Kasus korupsi e-KTP Setya Novanto saat duduk di kursi perisdangan dan menyebutkan nama Puan Maharani juga Pramono Anung menerima duit e-KTP.
JawaPos.com - Kesaksian Setya Novanto yang disampaikan dalam sidang pemeriksaan terdakwa kasus e-KTP menuai sorotan dari banyak kalangan. Tidak hanya politisi dan pakar hukum, tapi juga psikolog.
Psikolog dari Universitas Indonesia, Rose Mini menuturkan, keterangan Setya Novanto di persidangan agak sulit untuk dipercaya. Karena bisa saja Novanto melontarkan pernyataan tersebut didasari rasa takut akan menghadapi tuntutan berat dari jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Biasanya, kalau orang dalam keadaan takut kan, bisa saja melakukan apa saja termasuk mengarang cerita, berbohong, dan sebagainya,” kata Rose Mini saat dihubungi di Jakarta, Senin, (26/3).
Rose juga menuturkan, orang yang psikolognya terdesak itu sama seperti pecandu narkoba yang akan melakukan apa saja agar keinginannya tercapai.
Sebagai contohnya, dietahui saat itu Setya Novanto pernah merekayasa kecelakaan menabrak tiang di Jakarta Selatan. Drama berlanjut dengan merekayasa rekomendasi rawat jalan di RS Medika Permata Hijau.
“Karena ketakutan masuk penjara, membuat dia mengiyakan dan menghalalkan segala cara agar hal itu tidak sampai terjadi,” jelasnya.
Selain itu, Rose juga menyebut bahwa keterangan Novanto menjadi sulit dipercaya. Sehingga, apa yang disampaikan di persidangan itu harus didukung dengan bukti yang ada.
“Karena itu, soal keterangan itu, tidak bisa begitu saja dipercaya, karena dia (Novanto) mampu untuk berbohong. Mampu untuk berbuat apa saja. Kalau dia sampai melakukan hal yang tidak baik seperti ini, kemampuan dia untuk membedakan baik dan buruk maka dipertanyakan,” tutupnya.
Diketahui, sebelumnya, terdakwa dalam kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto menyebut sejumlah nama penerima uang korupsi e-KTP, di antaranya Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI Melchias Marcus Mekeng dan politikus Golkar Chairuman Harahap.
Selain itu, dia mengatakan Partai Golkar juga sempat dialiri uang e-KTP untuk digunakan Rapimnas pada 2012 silam. Pernyataan itu muncul dari mulut Novanto saat diperiksa sebagai terdakwa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
