
Sekjen PDIP Hasto Krsitiyanto menegaskan, pihaknya tetap mendukung pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni di Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT).
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, pihaknya tetap mendukung pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni di Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sikap itu ditegaskan tangan kanan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri itu, setelah muncul pemahaman bahwa kasus hukum yang melanda Marianus ternyata diduga bagian dari konspirasi politik di NTT.
Hal itu diungkapkan Hasto di hadapan ribuan kader dan simpatisan PDI Perjuangan yang mengikuti rapat konsolidasi pemenangan Pilgub NTT. Acara dilaksanakan di lapangan terbuka di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada, Kamis (31/5).
Hasto memulai pernyataannya soal itu dengan menceritakan kisah pertemuan Bung Karno dengan Pak Marhaen, seorang petani miskin yang dianggap sebagai gambaran orang Indonesia kebanyakan. Pertemuan itu menjadi salah satu inspirasi Pancasila dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Dari situ, Hasto mengatakan, disadari bahwa seorang pemimpin adalah yang hidup bersama dan melayani rakyat. Sebab takkan ada pemimpin tanpa dukungan rakyat miskin. Dan dalam konteks itu, sosok Marianus Sae yang sejak awal dekat dengan masyarakat, dan mendapat pengakuan besar dari rakyat.
"Setelah melihat dan membaca kebatinan yang ada, kami berkesimpulan, apa yang terjadi dengan Pak Marianus, tak terlepas dari dinamika politik di NTT. Ada orang khawatir dengan sosok pemimpin yang menyatu dengan rakyatnya," kata Hasto melalui keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.
Selama menyampaikan hal itu, peserta acara berkali kali menyatakan dukungannya terhadap apa yang disampaikan Hasto.
"Kita tetap hormati KPK menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Tapi harusnya kebenaran dan keadilan ditegakkan di atas prinsip kebenaran dan keadilan itu sendiri, bukan atas orderan," ujarnya.
Hasto mengakui, selama dia hadir di Bajawa, Kabupaten Ngada, hari ini, rakyat terus menyampaikan antusiasme dan kecintaan terhadap Marianus.
"Saya dengar ungkapan di sini, di Jakarta memang ada OTT, tapi di Ngada ini, OTT adalah Orang Tetap Tusuk (memilih, red) Marianus-Emi," kata Hasto, yang diikuti teriakan betul oleh peserta acara.
Dilanjutkannya, PDI Perjuangan selalu berpegang pada nasihat bijak Raden Wijaya yang kerap diceritakan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Bahwa di dalam perjuangan, dikenal 'Satyam Eva Jayate'.
"Artinya bahwa kebenaranlah yang akhirnya akan menang saudara sekalian. Di dalam politik, kebenaran sejati adalah kebenaran yang disuarakan rakyat. Saya percaya dan seyakin-yakinnya, Pak Marianus Sae jadi korban konspirasi politik," paparnya.
Karena itu, Hasto pun meminta agar semua kader, simpatisan, dan relawan, mewujudkan sikap PDIP yang tetap kokoh memberikan dukungan kepada Marianus-Emi. Maka itu, gerakan rakyat dari pintu ke pintu untuk mendukung pasangan nomor urut dua itu bisa dilaksanakan.
"Mari kita buktikan bahwa kedaulatan rakyat tak bisa dikalahkan skenario politik apapun," tandas Hasto.
Pada kesempatan itu, Hasto juga mengajak putra sulung Marianus, Rinto Sae, untuk menyampaikan pernyataanya. Dan Rinto menegaskan bahwa sang ayah berpesan agar semua relawan dan simpatisan bekerja keras memenangkan pasangan Marianus-Emilia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
