
Presiden Joko Widodo saat menrima kunjungan Agus Harimurti Yudhoyno (AHY) di Isanta Negara.
JawaPos.com - Kritikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait program-program pemerintah yang kurang sukses, merupakan fenomena lumrah, normal dan bagian dari dialektika berbangsa. Itu diungkapkan oleh pakar politik Universitas Al Azhar Indonesia, Zaenal A Budiyono.
Menurut Zaenal yang merupakan dosen Fakulutas Ilmu Sosial Politik (FISIP) itu, kritik dari Demokrat yang mendefinisikan dirinya sebagai partai penyeimbang, merupakan hal lumrah.
"Jadi apa yang dilakukan oleh AHY sebagai Ketua Kogasma Partai Demokrat wajar. Pasalnya, program pembangunan manusia itu gaungnya justru dikalahkan oleh santernya gaung pembangunan jalan tol dan jembatan," ujar Zaenal kepada JawaPos.com.
Zaenal juga memaparkan pandangan politik AHY tentu tidak lepas dari pengaruh pemikiran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sang ikon Partai Demokrat. Pasalnya, SBY diketahui sebagai politisi yang mengedepankan pembangunan manusia, sebelum pembangunan fisik termasuk infrastruktur.
"Hal itu dapat dilihat dari jejak kebijakan SBY di APBN yang untuk pertama kalinya mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan. Bahkan untuk menjamin keberlanjutannya, SBY mengamanatkan hal itu melalui UU," papar Zaenal yang juga Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC) itu.
Indikator lain yang dipaparkan oleh Zaenal terkait pembangunan SDM bangsa ini adalah soal terseok-seoknya program Revolusi Mental Jokowi yang sebelumnya diharapkan dapat mengubah kultur lama yang negatif di bangsa ini, menjadi energi positif.
"Indikatornya bisa dilihat di dunia maya, dimana sejak 2014 sampai saat ini, netizen seolah terbelah antara kubu Jokowi dan Prabowo. Cacian dan hujatan semakin hari bukannya menurun, justru menunjukkan grafik yang mengkhawatirkan," jelasnya.
Padahal, lanjut Zaenal, sebelumnya sosial media diharapkan membawa perdebatan cerdas dan sportif yang sebelumnya hanya ada di kampus, menjadi bisa dinikmati banyak kalangan, khususnya generasi milenial.
"Saya melihat AHY merasa situasi seperti itu seharusnya tidak terjadi bila revolusi mental sukses dijalankan," sambungnya.
Lantas apa yang bisa kita tangkap dari kritik AHY ke Jokowi saat Pilpres 2019 kian dekat? Zaenal berpandangan, Partai Demokrat sepertinya ingin mengirim pesan kepada Jokowi dan koalisinya untuk tidak terlalu berharap agar Partai Demokrat masuk koalisi.
"Pidato-pidato Jokowi yang kerap menyalahkan masa lalu sepertinya turut mempengaruhi perubahan sikap Partai Demokrat ini," imbuhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
