Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Maret 2025 | 04.17 WIB

Respons soal Hubungan PDIP dengan Jokowi, Puan Maharani: Sudahi Perpecahan

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani usai menghadiri penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Hotel Ritz-Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa (25/2) malam. (Istimewa) - Image

Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani usai menghadiri penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Hotel Ritz-Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa (25/2) malam. (Istimewa)

JawaPos.com – Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani merespons sorotan publik terkait hubungan antara partainya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Puan mengajak semua pihak untuk menghindari perpecahan dan tetap fokus membangun bangsa secara bersama-sama.
 
Dugaan perpecahan itu muncul setelah Jokowi dipecat dari keanggotaan PDIP. Jokowi resmi dipecat dari PDIP terhitung sejak 14 Desember 2024 lalu.
 
"Jadi sudahi hal-hal yang kemudian hanya membuat kita ini terpecah belah, sudahi hal-hal yang membuat kita ini kemudian hanya berkutat dengan hal-hal yang kemudian membuat kita itu saling berprasangka," kata Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/3).
 
Ketua DPR RI itu juga mengingatkan, dalam momentum bulan Ramadhan seharusnya menjadi waktu bagi semua pihak untuk berpikir positif dan menjaga persatuan.
 
"Apalagi ini di bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, marilah kita berpikir positif dan kemudian ayo kita sama-sama bangun bangsa ini bersama-sama dengan berpikiran positif," ucapnya.
 
 
Ia menekankan, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dari semua elemen bangsa.
 
"Jadi semua yang mempunyai kontribusi, yang mempunyai pemikiran baik untuk bangsa ini, ya marilah ayo kita sama-sama bangun bangsa ini dengan pemikiran positif ke depan," ujarnya.
 
Saat disinggung mengenai hubungan PDIP dengan Jokowi, Puan tidak memberikan tanggapan secara tegas. Namun, ia menekankan membangun negara harus dilakukan bersama-sama.
 
"Ya kita semua pastinya manusia yang tidak sempurna, kita semua pasti punya masa lalu. Tapi kita ingat bahwa membangun bangsa itu nggak bisa sendirian," tegas Puan.
 
Sebelumnya, Jokowi menegaskan dirinya tidak pernah mengirim utusan untuk menemui perrwakilan dari PDI Perjuangan sebelum partai tersebut memutuskan memecatnya sebagai kader. Ia memastikan bila memang ada utusan tersebut, itu bukan atas perintahnya. 
 
Ia juga mengaku selama ini memilih diam terhadap berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya. Pernyataan ini disampaikan Jokowi menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus yang menyebut ada pihak yang menghubungi PDIP sehari sebelum keputusan pemecatan diumumkan.
 
"Kepentingannya apa saya mengutus untuk itu. Coba logikanya. Saya udah diam loh ya. Difitnah saya diam. Dijelekkan saya diam. Dimaki-maki saya diam. Tapi ada batasnya," ujar Jokowi di Sumber, Banjarsari, Jumat (14/3).
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore