Ilustasi: TNI AL saat menggelar apel untuk persiapan pengamanan laut KTT G20 yang berlangsung di Bali. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indonesia pernah memiliki Angkatan Laut yang disegani oleh banyak negara. Itu terjadi pada era kepemimpinan Presiden Soekarno. Saat itu, Matra Laut Indonesia tidak hanya memiliki banyak kapal perang, mereka juga dibekali alat utama sistem persenjataan yang beragam. Dengan komitmen kuat presiden terpilih Prabowo Subianto, peluang Indonesia memperkuat TNI AL sangat terbuka.
Pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyampaikan bahwa pada tahun 1960-an, Angkatan Laut Indonesia memiliki berbagai macam kapal perang. ”Ada destroyer, ada kapal selam, ada penjelajah, macam-macam. Di masa Orde Lama kapal-kapal perang kita variatif, beragam, dan kuat,” ungkap Fahmi saat diwawancarai oleh JawaPos.com pada Minggu (1/9).
Secara teori, Fahmi menilai, peluang Indonesia mengulang dan mengembalikan kejayaan TNI AL seperti zaman Orde Lama sangat terbuka. Namun demikian, untuk mencapai titik itu, ada banyak tantangan. ”Karena memerlukan komitmen kebijakan, reformasi struktural, investasi yang besar, dan keseimbangan dengan kebutuhan nasional lainnya,” terang dia. Selain itu, juga dibutuhkan pendekatan dan strategi yang tepat.
Fahmi menyampaikan, bahwa pemerintah harus fokus pada pengembangan industri pertahanan dalam negeri dan kerja sama internasional. ”Untuk mengembalikan kekuatan TNI AL seperti pada masa Orde Lama, ada beberapa tantangan besar yang perlu diatasi. Misalnya anggaran pertahanan yang terbatas,” kata dia. Saat Presiden Soekarno menjabat, sebagian besar alutsista TNI AL didapatkan melalui bantuan atau pembelian dengan harga miring dari Uni Soviet.
Hari ini, lanjut Fahmi, pembelian dan pengembangan alutsista modern seperti kapal selam, kapal destroyer, dan fregat butuh anggaran yang sangat besar. ”Anggaran pertahanan Indonesia saat ini tidak cukup untuk mendukung ambisi militer sebesar era Orde Lama tanpa mengorbankan sektor lain yang juga penting seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” terang Fahmi. Karena itu, dia menyebut banyak tantangan untuk mengembalikan kekuatan TNI AL seperti saat Orde Lama.
Di era Presiden Soekarno TNI AL merupakan salah satu kekuatan maritim terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dengan kekuatan tersebut, saat itu Indonesia memiliki ambisi untuk menghadirkan Angkatan Laut paling kuat di Asia. ”Saat itu kita punya berbagai kapal perang besar, termasuk kapal penjelajah (cruiser) seperti KRI Irian, kapal perusak (destroyer), dan kapal selam yang dibeli dari Uni Soviet,” terang Fahmi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
