
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya saat menutup Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Minggu (26/5/2024).
JawaPos.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDI Perjuangan (PDIP) mengeluarkan 17 rekomendasi. Di antaranya, menyerahkan sikap partai terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kepada sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Rekomendasi dibacakan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam penutupan rakernas V di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, kemarin (26/5). Di awal rekomendasi, rakernas menyoroti Pemilu 2024 yang dinilai sebagai pemilu paling buruk dalam sejarah demokrasi Indonesia. Hal itu, kata Puan, disebabkan maraknya penyalahgunaan kekuasaan, intervensi aparat penegak hukum, pelanggaran etika, penyalahgunaan sumber daya negara, dan masifnya praktik politik uang. ’’Buruknya penyelenggaraan pemilu ini juga disebabkan ketidaknetralan penyelenggara pemilu,’’ terang Puan.
Karena itu, rakernas merekomendasikan kepada Fraksi PDIP DPR agar mendorong kebijakan legislasi bagi peningkatan kualitas demokrasi Pancasila untuk penguatan pelembagaan partai. ’’Dan mendorong perlakuan setara dan adil antara partai politik yang berada di dalam maupun di luar pemerintahan,’’ ucap Puan.
PDIP juga menolak penggunaan hukum sebagai alat kekuasaan atau autocratic legalism sebagaimana terjadi melalui perubahan UU MK dan perubahan UU Penyiaran. Sementara itu, terhadap putusan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang memasukkan materi muatan baru tentang syarat calon presiden dan wakil presiden, partai banteng menilai bahwa hal tersebut telah melanggar batas kewenangan dan mengambil alih kewenangan DPR sebagai lembaga pembuat undang-undang.
Puan mengungkapkan, pihaknya mengajak para ahli hukum tata negara, masyarakat sipil, pers, akademisi, intelektual, dan seluruh elemen prodemokrasi untuk melakukan evaluasi secara objektif atas pelaksanaan Pemilu 2024. ’’Rakernas mendorong seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan mewujudkan cita-cita reformasi, khususnya pelembagaan demokrasi yang berkedaulatan rakyat,’’ terangnya.
Menurut Puan, rakernas telah mendengarkan suara arus bawah dari anak ranting, ranting, hingga pengurus anak cabang partai. Mereka meminta kepada ketua umum PDIP agar hanya menjalin kerja sama dan komunikasi politik dengan pihak-pihak yang memiliki komitmen tinggi dalam menjamin pelaksanaan agenda reformasi, penguatan supremasi hukum dan sistem meritokrasi, serta peningkatan kualitas demokrasi yang berkedaulatan rakyat.
Terkait sikap partai terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, Puan menyampaikan bahwa rakernas V partai telah melakukan kajian mendalam terhadap berbagai persoalan bangsa dan negara, baik nasional maupun internasional. Menurut dia, berbagai persoalan tersebut mengandung potensi kerawanan yang harus dicermati langkah mitigasinya agar tidak menciptakan krisis. ’’Rakernas V memandang pentingnya keteguhan kepemimpinan partai di dalam menghadapi transisi pemerintahan ke depan,’’ terangnya.
Karena itu, lanjut Puan, rakernas V memberikan kewenangan penuh kepada Ketua Umum PDIP Megawati untuk menentukan sikap. ’’Sesuai dengan ketentuan Pasal 15 Anggaran Rumah Tangga PDI Perjuangan untuk menentukan sikap politik partai terhadap pemerintah mendatang,’’ papar ketua DPR itu.
Puan menambahkan bahwa rakernas V partai juga telah mendengarkan pandangan umum dari DPD PDI Perjuangan se-Indonesia terkait gelaran kongres 2025. ’’Memohon kesediaan Prof Dr Megawati Soekarnoputri untuk dapat diangkat dan ditetapkan kembali sebagai ketua umum PDIP periode 2025–2030 dalam kongres VI pada 2025 mendatang,’’ terangnya.
Dalam menghadapi Pilkada Serentak 2024, rakernas mendorong tiga pilar partai dari tingkat pusat dan daerah semakin solid. Mereka harus segera mempersiapkan pasangan calon terbaik yang akan dimajukan di pilkada.
Sementara itu, dalam pidato penutupan rakernas kemarin, Megawati belum memutuskan sikap partainya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurut dia, sikap politik PDIP didasarkan pada pemikiran mana yang akan membawa bangsa menjadi lebih baik, berdaulat, dan lebih berdiri di atas kaki sendiri.
Apakah akan berada di dalam atau luar pemerintahan, kata Megawati, hal itu harus dihitung secara politik. Menurut dia, banyak pihak yang menunggu-nunggu sikap politik PDIP terhadap pemerintahan. ’’Ini pasti yang ditunggu para wartawan, sikap politik partai. Kan harus dihitung secara politik. Enak aja. Gue mainin dulu dong,’’ seloroh Megawati, disambut tepuk tangan para kader PDIP.
Yang terpenting sekarang, lanjut Megawati, adalah turun ke akar rumput untuk menyatu dengan rakyat dalam menghadapi Pilkada 2024. Para kader harus bonding atau membangun keterikatan dengan rakyat untuk bisa tertawa dan menangis bersama mereka serta menghasilkan solusi guna mengatasi permasalahannya.
Presiden kelima Indonesia itu juga meminta kadernya untuk mengingatkan rakyat agar bisa menghindari money politics atau politik uang yang bisa memengaruhi pilihan dan merusak demokrasi.
Dia menceritakan bagaimana rakyat yang tergiur politik uang. Mereka dijanjikan akan diberi Rp 1 juta, tapi nyatanya hanya Rp 300 ribu. Bahkan, lanjut Megawati, ada yang diminta berfoto dengan KTP dan amplop tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
