Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Mei 2024 | 20.20 WIB

Tak Dianggap dan Tak Diundang, Jokowi Pilih Kerja dari Istana Jogja saat PDIP Gelar Rakernas di Jakarta

 

Presiden Jokowi menyambut delegasi WWF ke-10 dalam gala dinner di Bali, Minggu (19/5).

 
 
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih untuk bekerja dari Istana Kepresidenan Jogjakarta, saat PDI Perjuangan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) ke-V di Ancol, Jakarta Utara pada Jumat (24/5) hingga Minggu (6/5).
 
Meski demikian, Presiden Jokowi juga tak diundang dalam Rakernas ke-V PDIP. Bahkan, Jokowi sudah tak dianggap sebagai kader PDIP setelah Pilpres 2024.
 
"(Presiden Jokowi) kegiatan internal di Istana Jogja," kata Plt Deputi Protokol dan Pers Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana kepada wartawan, Jumat (24/5).
 
Yusuf Permana tidak menjelaskan lebih jauh kegiatan Presiden Jokowi yang saat inj sedang berada di Jogjakarta.
 
Ketua Stering Comite (SC) Rakernas ke-V PDIP, Djarot Saiful Hidayat menyatakan, PDIP merupakan partai politik ideologis yang selalu menyuarakan kebenaran. Terlebih, mengedepankan nilai-nilai konstitusi dan ideologi Pancasila.
 
Ia mengisyaratkan bahwa tidak diundangnya Presiden Jokowi dan putra sulungnya yang kini menjadi Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, merupakan pelanggar etika dan konstitusi.
 
"PDIP itu satu partai ideologis dimana ibu Megawati Soekarnoputri Ketua Umum, selalu kokoh berdiri untuk menyuarakan kebenaran, untuk melaksanakan konstitusi dan ideologi," ucap Djarot sebelum pembukaan Rakernas ke-V PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (24/5).
 
"Apabila ada di antara kita, anggota partai yang kemudian melanggar konstitusi, melanggar etika dan moral, maka dia sudah bukan menjadi bagian dari keluarga besar PDIP. Karena sudah bertentangan, bukan hanya pada AD/ART partai, melainkan juga pada konstitusi negara," sambungnya.
 
 
Djarot menekankan, pihak-pihak yang diundang ke acara Rakernas ke-V PDIP hanya para cendikiawan, bubayawan dan masyarakat sipil pro demokrasi.
 
"Yang diundang adalah untuk internal partai, yang diundang adalah sahabat-sahabat, para cendekiawan, para akademisi, para civil society, budayawan, masyarakat pro demokrasi yang betul-betul berjuang menegakkan demokrasi yang jujur, adil, yang konstitusional, yang bermartabat," pungkas Djarot.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore