
Indonesia Food Security Review (IFSR) menghadiri sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait tuntutan untuk pemberian mekanan bergizi gratis kepada setiap pelajar SD, SMP maupun SMA.
JawaPos.com - Indonesia Food Security Review (IFSR) menghadiri sidang pendahuluan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait tuntutan untuk pemberian mekanan bergizi gratis kepada setiap pelajar SD, SMP maupun SMA dan sederajat.
Direktur Eksekutif IFSR Dewa mengatakan, lembaganya bersama Masyarakat Kesejahteraan Indonesia (Maksi) serta beberapa elemen masyarakat sipil lainnya memenuhi panggilan sidang di MK dalam upaya memperjuangkan hak mendasar setiap pelajar, yaitu hak menerima makanan yang bergizi di sekolah setiap hari.
Sidang yang digelar pada tanggal 21 Maret 2024 ini merupakan lanjutan dari perjuangan IFSR dalam menuntut keadilan dalam hal gizi di tanah air.
Dewa berpandangan negara belum memenuhi kewajibannya dalam memastikan bahwa setiap pelajar mendapatkan asupan gizi yang memadai di lingkungan pendidikan.
Perwakilan dari IFSR dan Maksi dalam sidang kali ini menyajikan argumen-argumen kuat yang menyoroti pentingnya kebijakan pemberian makanan bergizi di sekolah sebagai bagian dari dukungan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak Indonesia.
Setelah sidang selesai, perwakilan dari IFSR dan Maksi optimitis mereka meraih keadilan bagi setiap pelajar Indonesia.
Mereka mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia dan memastikan hak mereka atas pangan yang bergizi terpenuhi dengan baik.
“Setelah mendengar beberapa keputusan audiensi baik di Jawa Tengah maupun Jawa Timur, kami merasa perlu untuk menindaklanjuti hingga sampai ke MK untuk memperjuangkan hak-hak dari adik-adik para pelajar saat ini. Harapannya, semoga sidangnya tadi dapat menjadi hasil yang baik dan menjadi hadiah bagi seluruh adik-adik yang masih menjalani bangku Pendidikan,” ujar Dewa.
Dewan Pembina IFSR Glory mendesak negara bertanggung jawab penuh dalam memastikan setiap pelajar mendapatkan asupan gizi yang memadai di sekolah.
Glory menegaskan kesejahteraan anak-anak Indonesia adalah prioritas utama dan pemberian makanan bergizi gratis di sekolah bukanlah sekadar hak, tetapi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh negara.
“Oleh karena itu, kami berharap semoga Indonesia menjadi negara ke-77 yang menjalankan program free school meal ini,” ujar Glory.
IFSR, Maksi dan berbagai elemen masyarakat tergabung ingin menyampaikan tuntuan mereka ke MK ini hadir dengan alasan sederhana.
Mereka berpendapat “Anak-anak yang mendapatkan gizi yang cukup akan memiliki peluang yang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga akan menjadi generasi yang lebih produktif dan berkualitas.
Mereka juga menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin hak anak-anak akan gizi yang memadai, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
IFSR sepakat sidang di Mahkamah Konstitusi merupakan langkah penting dalam memperjuangkan hak-hak anak-anak Indonesia.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
