Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. (Ujang Komarudin for Jawa Pos)
JawaPos.com - Calon Anggota Legislatif DPR RI dari PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia mencetak sejarah pada Pemilu 2024. Karena ia bisa meraup suara terbesar di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX meliputi Kabupaten Brebes, Kota Tegal dan Kabupaten Tegal, sebanyak 196.328 suara.
Merespons hal itu, Pengamat Politik, Ujang Komarudin mengatakan, kalau bicara suara tinggi itu ada beberapa faktor yang perlu dilihat terkait sosok Shanty Alda.
"Kita cek dulu background-nya dia, apakah anak pengusaha atau anaknya pejabat. Itu kalau suara paling tinggi ada banyak faktor,” kata Ujang dikutip pada Senin, (11/3).
Menurut Ujang, tidak dapat dipungkiri juga di tengah-tengah pelaksanaan pemilu itu adanya dugaan politik uang yang tinggi kepada masyarakat. Makanya, ia mengatakan patut dicurigai juga jika perolehan suaranya tinggi itu diduga melakukan money politic.
“Faktor yang paling tinggi ditengah-tengah Pileg kita money politic yang tinggi. Jangan-jangan dengan pengeluaran uang yang cukup besar,” jelas dia.
Selain itu, Ujang juga melihat faktor lain bahwa Shanty bisa jadi melakukan kampanye dengan maksimal sehingga dapat meraup suara tertinggi pada Pemilu Legislatif 2024 di Jawa Tengah IX.
“Faktor lainnya bisa jadi investasi politik, mungkin kampanyenya habis-habisan dengan total dan dia sudah siap untuk menang. Faktor turun langsung dan sebagainya. Kalau kita bicara suara tinggi banyak faktornya, tapi kemungkinan besar faktor kekuatan uang untuk kampanye dan sebagainya,” tegas Ujang.
Diketahui, Direktur PT. Smart Marsindo, Shanty Alda Nathalia telah memenuhi panggilan Penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 1 Maret 2024. Shanty diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi Gubernur nonaktif Maluku Utara, Abdul Ghani Kasalbi (AGK).
Sebelumnya, Shanty Alda sempat mangkir dua kali dari panggilan Penyidik KPK yakni pada 29 Januari dan Selasa, 20 Februari 2024. Usai memenuhi panggilan penyidik, Shanty mengaku pemeriksaan berjalan lancar.
"Saya hadir memenuhi panggilan KPK, dan Alhamdulillah semua lancar," kata Shanty pada Jumat, (1/3).
Sementara, Juru Bicara KPK, Ali Fikri membenarkan Shanty telah hadir memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai saksi. "Informasi yang kami peroleh betul," kata Ali.
Belakangan ini, KPK intensif melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah bos perusahaan tambang. KPK dikabarkan sedang mengembangkan kasus suap Abdul Gani Kasuba. Utamanya, soal dugaan penerimaan uang Abdul Gani dari izin usaha pertambangan.
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengakui bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menyelidiki dugaan praktik suap pemberian izin pertambangan nikel di Maluku Utara. Apalagi, setelah Direktur Eksternal PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), Stevi Thomas (ST) menjadi tersangka.
"Dalam proses penyidikan tidak menutup kemungkinan itu juga ada dugaan penerimaan yang bersumber dari proses pemberian izin tambang nikel itu. Barangkali itu yang didalami oleh penyidik," kata Alex.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
